No image available for this title

Text

Pengaruh Tayangan Sinetron Anak Langit SCTV Terhadap Perilaku Agresif Pada Remaja:survei terhadap siswa-siswi mts manaratul islam jakarta



Televisi merupakan media massa yang dapat diakses oleh seluruh anggota
keluarga. Namun, pada kenyataannya banyak stasiun televisi yang menampilkan
tayangan dengan adegan-adegan yang tidak ramah atau tidak pantas ditonton oleh
anak-anak dan remaja. Sedangkan masa remaja merupakan masa dimana
keinginan meniru dari apa yang dilihatnya sedang tinggi. Sehingga tayangan
televisi yang ditonton dalam jangka waktu yang lama dapat mempengaruhi.
Merujuk dari latar belakang tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk
menjawab pertanyaan penelitian yaitu, Berapa presentase proses perhatian
(Attention Process), proses mengingat (Retention Process), proses reproduksi
motoris (Motoris Reproduction Process), serta proses motivasional (Motivational
Process) siswa-siswi MTS Manaratul Islam Jakarta terhadap perilaku agresif pada
tayangan sinetron Anak Langit. Bagaimana kondisi kognitif, afektif, dan
behavioral pada siswa-siswi MTS Manaratul Islam Jakarta setelah menonton
tayangan sinetron Anak Langit.
Penelitian ini menggunakan paradigma positivisme, dengan pendekatan
kuantitatif, jenis metode penelitian ini adalah survei. Teknik pengambilan sampel
yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan jumlah responden 65 orang.
Sedangkan jenis data yang digunakan adalah data primer yang didapat dari
penyebaran angket kepada siswa-siswi MTS Manaratul Islam Jakarta kelas tujuh
dan delapan dan metode analisis data yang digunakan adalah Regresi Linier.
Teori yang digunakan adalah Social Learning Theory, Albert Bandura.
Teori ini menyatakan bahwa bahwa pemirsa meniru apa yang mereka lihat di
televisi, melalui suatu proses observational learning (pemberlajaran hasil
pengamatan).
Dalam empat proses social learning yang dikemukakan oleh Albert
Bandura, pada Attention Process sebesar 50,77%-55,38% siswa-siswi mengamati
adegan-adegan yang menampilkan perilaku agresif pada tayangan sinetron Anak
Langit. Selanjutnya, pada Retention Process sebesar 30,77%-38,46% siswa-siswi
mengingat adegan-adegan yang menampilkan perilaku agresif pada tayangan
tersebut. Pada Motoris Reproduction Process 6,15%-18,46% siswa-siswi
menirukan perilaku agresif yang ditayangkan pada tayangan tersebut. Kemudian,
pada Motivational Process sebesar 10,77% siswa-siswi merasa puas setelah
menirukan perilaku agresif pada tayangan. Kondisi kognitif siswa-siswi
menyatakan bahwa isi pesan dalam tayangan sinetron Anak Langit adalah tentang
perkelahian antar geng motor. Kondisi afektifnya siswa-siswi tertarik menonton
tayangan karena paras pemain yang cantik dan tampan, dan menurut mereka
adegan yang menampilakn perilaku agresif dalam sinetron merupakan perbuatan
atau perilaku yang tidak pantas ditiru, serta menonton tayangan sinetron Anak
Langit merupakan tuntutan dalam pergaulan. Sedangkan kondisi behavioralnya
sebagian kecil siswa-siswi menirukan perilaku agresif pada tayangan tersebut.
Kata kunci: Pengaruh, Tayangan, Sinetron, Perilaku, dan Agresif


Ketersediaan

K16915033 SAN p KPIPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
5033 SAN p KPI
Penerbit Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Ciputat, Jakarta.,
Deskripsi Fisik
81 hlm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
5033
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya