Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Strategi Komunikasi Pengkaseran Muballigh Di Pesantren Mahasiswa Al Hikmah 11 Depok
Dr. KH. A. Hasyim Muzadi selaku pendiri pesantren sengaja memilih segmen mahasiswa untuk santrinya karena selama ini mahasiswa belum tersentuh pendidikan agama secara intensif. Tiga hal yang diajarkan pesantren untuk para santrinya ialah pertama, amaliyah agama. Ini dimaksudkan untuk mengantarkan para santri menjadi sarjana yang bertakwa, berwatak, berkepribadian luhur, kreatif, mandiri, bertanggung jawab dan berwawasan ke depan. Kedua, prestasi ilmiah. Jangan sampai prestasi mahasiswa menurun karena menjadi santri. Ketiga, mengajarkan mahasiswa akan kesiapan hidup bermasyarakat. Ini agar mahasiswa mempunyai intensitas keislaman dan keilmuan dalam penghayatan tuntutan-tuntutan nyata masyarakat. Kesiapan hidup diperlukan agar para santri memiliki keberanian menerobos peluang-peluang yang ada dihadapan mereka.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab pertanyaan mayor Bagaimana Strategi Pengkaderan Muballigh di Pesantren Mahasiswa Al Hikam II depok ialah Bagaimana tahapan-tahapan menjadi kader muballigh di Pesantren Mahasiswa Al Hikam II Depok dan Bagaimana Implementasi Strategi Komunikasi Pengkaderan Muballigh di Pesantren Mahasiswa Al hikam II Depok.
Strategi komunikasi pengkaderan yang dilakukan oleh pesantren mahasiswa Al Hikam adalah; muhadhoroh, menjadi imam shalat fardhu di masjid Al Hikam. Implementasinya ceramah atau kultum di lingkungan sekitar, dan pengabdian masyrakat yang bertujuan untuk membentuk karakter seorang muballigh sesuai dengan motto pesantren.
Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis. Paradigma konstruktivis yaitu paradigma yang hampir merupakan antitesis dari paham yang meletakan pengamatan dan objektivitas dalam menemukan suatu realitas atau ilmu pengetahuan. Peneliti berusaha mengandalkan sebanyak mungkin pandangan partisipan tentang situasi yang tengah diteliti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis deskriptif. Mendefinisikan metodologi sebagai mekanisme penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata, baik itu tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati oleh peneliti.
Teori yang digunakan adalah teori pendukung strategi komunikasi serta teori interaksi simbolik, yang memiliki tiga tema besar dan tujuh asumsi, namun peneliti fokus pada tema pentingnya konsep mengenai diri. Dengan asumsinya yakni; Individu-individu mengembangkan konsep diri melalui interaksi dengan orang lain, konsep diri memberikan motif yang penting untuk perilaku. Subjek penelitian ini adalah pihak pesantren mahasiswa Al Hikam, sedangkan objek penelitian ini adalah strategi komunikasi pengkaderan muballigh.
Berdasarkan hasil analisis peneliti dapat menyimpulkan bahwa dengan strategi yang dilakukan oleh pesantren mahasiswa dalam hal pengkaderan melalui kegiatan yang sudah disusun dapat dikatakan berhasil untuk mencetak bibit-bibit baru seorang muballigh yang berakhlak, berprestasi dan juga yang memiliki modal kesiapan hidup di dalam masyarakat
Kata kunci: Strategi, Komunikasi, Pengkaderan, Muballigh, Pesantren.
Ketersediaan
| K1689 | 5037 AHM s KPI | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
5037 AHM s KPI
|
| Penerbit | Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Ciputat, Jakarta., 1439 H/2017 M |
| Deskripsi Fisik |
72 hlm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
5037
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






