Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Pemaknaan Islam Dan Yahudi Dalam Video Klip "Satu" Dewa 19
Pemaknaan Islam dan Yahudi dalam Video Klip “Satu” Dewa 19
Lagu menjadi sebuah media yang tepat dalam karya seni untuk
menyampaikan sebuah pesan komunikasi, karena lagu dapat mengandung
gambaran perasaan dari penciptanya. Dalam megemas lagu, beberapa band
menggunakan video klip sebagai daya tarik (marketing support). Namun, terkadang
tema dalam video klip sengaja tidak diselaraskan dengan tema pada lirik lagu.
Seperti band Dewa 19 dengan lagunya yang berjudul “Satu,” lirik lagunya
mengisyaratkan keislaman sedangkan video klipnya menyinyalkan keyahudian.
Berdasarkan konteks di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk
menjawab pertanyaan mayor dan minor. Adapun mayornya adalah bagaimana
pemaknaan Islam dan Yahudi dalam video klip “Satu” oleh Dewa 19? Kemudian,
minornya apa bentuk ungkapan denotasi dalam video klip tersebut? Apa makna
konotasi yang dapat dipahami dalam video klip ini? Serta, apa refleksi yang bisa
ditarik dari video klip ini?
Dalam pemaknaannya, lirik lagu dan gambar dalam video klip “Satu” oleh
Dewa 19 mencoba mengombinasikan antara unsur Yahudi dan Islam. Unsur-unsur
Islam dalam hal ini adalah tasawuf Syekh Siti Jenar melalui kalimat pada lirik lagu.
Dan, unsur-unsur Yahudi dalam hal ini adalah simbol-simbol Illuminati melalui
gambar pada video klip.
Pendekatan penelitian yang digunakan yakni pendekatan secara kualitatif.
Objek penelitian berkembang secara apa adanya tanpa termanipulasi maupun
terpengaruh oleh kehadiran penulis. Dengan kata lain, penelitian ini bersifat
naturalistik atau alamiah (natural setting). Pendekata kualitatif ini digunakan untuk
menganalisis lirik dan gambar dalam video klip “Satu” oleh Dewa 19 terkait makna
Islam dan Yahudi.
Skripsi ini berdasarkan atas teori yang diusung Gill Branston dan Roy
Stafford, yaitu teori pemaknaan yangmeliputi denotasi dan konotasi. Bagi Branston
dan Stafford, tanda adalah makna denotasi atau makna sesungguhnya dari tanda itu
sendiri. Tetapi, tanda juga dapat dikonotasikan untuk mendefinisikan sesuatu yang
lain yang berdasarkan pengalaman pribadi atau nilai-nilai budaya.
Naskah teks lirik lagu “Satu” oleh Dewa 19 menuliskan sebuah tanda
ucapan terimakasih kepada Syekh Lemah Abang. Hal ini mengantarkan penulis
dalam tingkat konotasi pada makna tasawuf model Syekh Siti Jenar (Islam). Makna
ini terlihat pada syariat, tarekat, insan kamil, dan manunggaling kawula gusti.
Sedangkan pada bagian gambar dalam video klip, berdasarkan nilai-nilai budaya
tertentu, mengantarkan penulis pada budaya persimbolan Illuminati (Yahudi), yaitu
all-seeing-eye, piramida, burung hantu, dan mata satu.
Kesimpulannya, video klip “Satu” oleh Dewa 19 ini masuk ke dalam ranah
konsep video klip berbahasa simbol. Video klip ini temanya bersifat absurd karena
tidak ada kaitan antara makna lirik dengan makna gambar. Makna lirik sebagai
Islam dalam hal ini tasawuf Syekh Siti Jenar dan makna gambar sebagai Yahudi
dalam hal ini simbol-simbol Illuminati.
Kata kunci: Dewa 19, Islam, Yahudi, denotasi, dan konotasi.
Ketersediaan
| K1675 | 4891 ERV p KPI | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
4891 ERV p KPI
|
| Penerbit | Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : ., 2016 M/1437 H |
| Deskripsi Fisik |
93 hlm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
4891
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






