Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Pola Komunikasi Pemangku Keraton Kasepuluhan Dengan Pejabat Pemerintah Kota Cirebon
Cirebon merupakan suatu daerah yang berada di pesisir Jawa Barat. Sebagai salah
satu daerah tertua di Indonesia, Cirebon pun memiliki sejarah yang cukup panjang.
Hal ini bisa kita lihat dari warisan cagar budaya berupa Keraton yang hingga saat ini
masih ada dan turut memegang peranan penting pada masyarakat Cirebon, utamanya
perihal masalah budaya dan kebudayaan. Dengan masih berdiri dan berperannya
Keraton membuat Cirebon memiliki dua model pemerintahan, Keraton Kasepuhan
sebagai pemerintahan kultural dan Pemerintah Kota sebagai pemerintahan struktural.
Keberadaan dua pemerintahan tersebut tentunya sangat rentan akan konflik jika tidak
dilakukan upaya pemeliharaan hubungan yang baik. Upaya pemeliharaan hubungan
yang baik tersebut mutlak dilakukan demi kemajuan Cirebon secara struktur dan
infrastruktur.
Berdasarkan pemaparan di atas tersebut ditemukan rumusan masalah sebagai
berikut: Bagaimana pola komunikasi pemangku jabatan Keraton Kasepuhan dengan
pejabat Pemerintah Kota? Bagaimana pola komunikasi pejabat Pemerintah kota
dengan pemangku jabatan Keraton Kasepuhan?
Metode penelitian yang digunakan kali ini adalah penelitian kualitatif. Di mana
peneliti berupaya untuk menelaah sebanyak mungkin data mengenai subjek yang
diteliti. Adapun teknik pengumpulan data yang berupa observasi, wawancara dan
dokumentasi.
Teori yang digunakan adalah interaksionisme simbolik yang dicetuskan oleh
George Herbert Mead. Dalam hal ini individu bergerak atau merespon stimulus
bergantung pada simbol yang digunakan dan pemaknaan dari simbol tersebut.
Kemudian, penelitian ini juga menggunakan konsep pola komunikasi formal dan
informal yang digagas oleh Khomsahrial Romli. Selain itu, digunakan juga konsep
pola komunikasi menurut H.A.W Widjaya dalam bukunya Ilmu Komunikasi
Pengantar Studi. Ada empat pola komunikasi yaitu pola roda, pola rantai, pola
lingkaran dan pola bintang.
Hasil dari penelitian yang dilakukan yaitu, pola komunikasi yang digunakan oleh
pemangku jabatan Keraton Kasepuhan dan pejabat Pemerintah Kota adalah pola-pola
komunikasi yang berorientasi pada kesetaraan komunikator seperti pola bintang dan
pola horizontal. Pola bintang dan pola horizontal memungkinkan setiap komunikator
untuk saling bertukar pesan dan memberikan respon secara langsung tanpa
memandang status sosial ataupun hal-hal yang dapat membedakan hak-hak
komunikator dalam berbicara.
Ketersediaan
| K1674 | 4832 AHM p KPI | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
4832 AHM p KPI
|
| Penerbit | Fak.Ilmu Dakwah Dan Ilmu Komunikasi : Jakarta., 1438 H/2017M |
| Deskripsi Fisik |
97 hlm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
4832
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






