No image available for this title

Text

Kesenjangan Antara Motif Dan Tingkat Kepuasan Penonton Terhadap Tayangan Talksow Indonesia Lawyers Club (ILC) di TV ONE



Televisi merupakan salah satu media yang berkembang pesat di Indonesia.
Terdapat dua stasiun yang memiliki genre yang sama dengan berbasis berita, salah
satunya TV One. Salah satu program unggulan TV One yang masih ditayangkan
sampai saat ini adalah Indonesia Lawyers Club (ILC). ILC merupakan program
talkshow yang dikemas secara interaktif dengan pembawa acaranya pemimpin redaksi
(Pimred) TV One sendiri yaitu Karni Ilyas. Program ini menghadirkan narasumbernarasumber
utama dan melihat isu yang diangkat dari berbagi perspektif yang tidak
jarang menimbulkan perbedaan pendapat dari narasumber sehingga muncul
perdebatan. ILC memiliki konsep acara seperti diskusi, dan ditayangkan secara live
yang tidak memungkinkan adanya sensor saat acara berlangsung. Pada Oktober 2016
lalu ILC sempat mendapat teguran dari KPI atas penayangan episode Setelah Ahok
Minta Maaf, setelah itu pihak TV One memberhentikan sementara program ILC.
Namun hingga saat ini ILC sudah tayang kembali dan bisa dinikmati oleh pemirsa.
Berdasarkan permasalahan di atas, penulis tertarik untuk menguji seberapa
besar tingkat motif dan kepuasan terhadap talkshow ILC. Selain itu, penulis ingin
menganalisis kesenjangan antara gratification sought dan gratification obtained
penonton terhadap talkshow Indonesia Lawyers Club (ILC).
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Uses and
Gratifications yang digagas oleh Herbert Blumer dan Elihu Katz pada tahun 1974.
Teori ini menyatakan bahwa orang secara aktif mencari media tertentu dan muatan (isi)
tertentu untuk menghasilkan kepuasan (atau hasil) tertentu. Teori ini menghasilkan dua
konsep utama untuk mengukur tingkat kepuasan khalayak, yaitu Gratification Sought
atau kepuasan yang diharapkan dan Gratification Obtained atau kepuasan yang
diperoleh.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif.
Metode yang digunakan adalah metode survei terhadap 57 responden dari Universitas
Islam Negeri Jakarta dan 54 responden dari Universitas Pembangunan Nasional
Veteran Jakarta Konsentrasi Jurnalistik angkatan 2013-2014. Teknik analisis data yang
digunakan yaitu menghitung mean dari Gratification Sought dan Gratification
Obtained (GS-GO) untuk melihat kesenjangan nilai antara kepuasan yang diharapkan
dengan kepuasan yang diperoleh.
Hasil analisis menunjukan terdapat kesenjangan antara motif dan kepuasan.
Secara keseluruhan menurut responden Universitas Islam Negeri Jakarta, skor GS lebih
besar dari GO. Sementara skor GO lebih besar dari GS pada dimensi integrasi dan
interaksi sosial menurut responden Universitas Pembangunan Nasional Veteran
Jakarta, serta tiga dimensi lain memiliki skor GS lebih besar dari GO. Kesenjangan
yang terjadi dari dua kelompok ini sama-sama berada di kategori sangat rendah.
Artinya responden masih merasa bahwa ILC mampu memenuhi harapan mereka atas
motif informasi, identitas pribadi, interaksi dan integrasi sosial, serta hiburan. Hal itu
sesuai dengan teori limited effect dimana media dianggap memiliki efek terbatas
terhadap khalayak aktif.
Kata kunci: motif, tingkat kepuasan, talkshow ILC.


Ketersediaan

J5144864 AZM k JURNPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
4864 AZM k JURN
Penerbit Fak.Ilmu Dakwah Dan Ilmu Komunikasi : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
82 hlm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
4864
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya