Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Strategi Dakwah Komunitas Sahabat Muda Surabaya Dalam Membentuk Pemuda Social Entrepreneur Yang Islami Berdasarkan Teori Sayyis Muhahhad Nuh
Generasi muda adalah generasi penerus bangsa. Mereka menjadi salah satu faktor dalam kemajuan suatu daerah dan negara. Sayangnya, saat ini di Indonesia banyak media massa yang memberitakan kasus-kasus kenakalan remaja. Kekerasan, perkelahian, pencopetan dan penjambretan, pemerkosaan, alkohol dan narkoba. Sehingga, melihat kasusu tersebut, sudah seharusnya generasi muda mendapatkan pembinaan secara khusus agar bisa masuk tahap dewasa dengan siap dan matang. Di Surabaya, terdapat komunitas, yakni Sahabat Muda mewadahi bagi para pemuda menjadi social entrepreneur. Uniknya, komunitas ini juga membina relawannya pada nilai-nilai keagamaan. Oleh sebab itu penulis tertarik meneliti strategi apa yang dilakukan komunitas Sahabat Muda dalam membina pemuda social entrepreneur yang Islami?
Berdasarkan latar belakang, ada pertanyaan yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini. 1. Bagaimana strategi dakwah komunitas Sahabat Muda dalam membina pemuda social entrepreneur yang Islami? 2. Apa faktor pendukung dan penghambat yang ada pada komunitas Sahabat Muda saat menjalankan strategi dakwahnya?
Pada penelitian ini, penulis menggunakan teori strategi Dakwah dan Pendidikan Sayyid Muhammad Nuh cendekiawan muslim asal Timur Tengah. Adapun teori tersebut seperti: memberikan prioritas dalam berdakwah, menjadikan hidup sebagai sarana dakwah dan pendidikan Islam, menyampaikan dakwah melalui pemahaman dan praktek yang menyeluruh, sinergis dan seimbang, bersikap lemah lembut, memahami dan menggunakan hukum sosial, tidak tenggelam dalam hal-hal yang tidak bermanfaat, sabar, teguh, tenang dan tidak tergesa-gesa.
Pendekatan penelitian yang digunakan menggunakan penelitian kualitatif, dengan paradigma konstruktivis, dan menggunakan metode penelitian field research. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, pengamatan yang mendalam dan menyeluruh, serta melalui dokumentasi.
Ada 4 strategi dakwah yang dijalankan komunitas Sahabat Muda dalam membentuk pemuda social entrepreneur yang Islami. Pertama, memperioritaskan berdakwah kepada generasi muda. Kedua, mencetak relawan yang bekarakter Islami melalui program keagamaan. Ketiga, memunculkan jiwa kepedulian relawan dengan memberikan kegiatan sosial sebagai cara praktik langsung bagi generasi muda memahami masyarakat miskin. Keempat, membina relawan menjadi pemimpin yang berkompeten program kegiatan yang mampu menambah skill/kompentensi relawan, seperti kegiatan kewirausahaan dan ternak. Adapun faktor pendukung ada pada relawan yang sudah berkomitmen mengikuti program Sahabat Muda, adanya pembina yang mumpuni. Sedangkan faktor penghambat karena relawan tidak bisa fokus pada kegiatan Sahabat Muda dan tergoda oleh keasikan dunia modern.
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan, bahwa pembinaan yang dilakukan komunitas Sahabat Muda dalam membentuk generasi muda Social Entrepreneur yang Islami dapat terwujud karena program yang sudah memenuhi kategori, program kewirausahawan, program sosial dan program karakter (kegamaan).
Keyword: Strategi, Komunitas Sahabat Muda, Social Entrepreneur
Ketersediaan
| K1673 | 4831 NUR s KPI | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
4831 NUR s KPI
|
| Penerbit | Fak.Ilmu Dakwah Dan Ilmu Komunikasi : Jakarta., 1438 H/2017M |
| Deskripsi Fisik |
12 hlm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
4831
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






