No image available for this title

Text

Metode Bimbingan Menghafal Al-Quran Pada Anak Pemulung Di Sahabat Bumi Bintaro



Menghafal merupakan suatu kegiatan yang mengikut sertakan aktivitas ingatan di dalamnya. Menurut pakar Psikologi Anak, ingatan anak pada usia 8-15 tahun ini mencapai intensitas yang paling besar dan paling kuat. Daya menghafal dan daya memorisasi (sama dengan sengajamemasukan dan melekatkan pengetahuan dalam ingatan) adalah paling kuat, dan anak mampu memuat jumlah materi ingatan paling banyak. Walaupun anak-anak belum dapat memahami al-Qur’an seutuhnya, namun banyak manfaat yang diperoleh dengan menghafal al-Qur’an sedari kecil. Yusuf Qardhawi menyatakan, “kami telah menghafal al-Qur’an dan menyimpannya dalam hati semenjak kanak-kanak itu, kemudian Allah SWT memberikan manfaat kepada kami saat dewasa.
Sedangkan fenomena yang ada di masyarakat saat ini bahwa sudah banyak lembaga-lembaga serta sekolah-sekolah Islam atau instansi-instansi lainnya yang memasukan kegiatan menghafal al-Qur’an sebagai salah satu kegiatan rutin.memberikan metode-metode yang dapat diterima sehingga kegiatan menghafal tidak lagi menjadi kegiatan yang membosankan. Banyaknya acara televisi yang juga menyiarkan para penghafal al-Qur’an anak-anak membuktikan bahwa antusias anak-anak dalam menghafal al-Qur’an sangatlah besar. Tidak terkecuali anak-anak yang mempunyai latar belakang keluarga yang penuh keterbatasan. Yaitu anak-anak yang terlahir di keluarga pemulung. Anak-anak ini masih tetap giat untuk menghafal dalam semua keterbatasan yang ada. Maka, atas dasar itulah penulis tertarik untuk untuk membahas persoalan ini secara mendalam, dalam bentuk skripsi yang berjudul: Metode menghafal al-Qur’an pada anak pemulung di Sahabat Bumi Bintaro.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode bimbingan yang di gunakan untuk menghafal al-Qur’an pada anak pemulung. Penelitian ini, memakai pendekatan kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Dalam mengumpulkan data, penulis menggunakan instrument penelitian observasi, wawancara dan kepustakaan. Selanjutnya, yang menjadi subyek penelitian ini adalah 1 orang pengurus, 1 orang pembimbing dan 5 anak pemulung.
Hasilnya, metode menghafal al-Qur’an pada anak pemulung di Sahabat Bumi menggunakan metode umum dan khusus. Setelah penulis analisa, metode khusus merupakan gabungan metode menghafal thariqah wahdah dan thariqah jama’. Metode (thariqah) wahdah adalah menghafal satu persatu terhadap ayat-ayat yang hendak dihafalnya, setiap ayat dibaca sebanyak sepuluh kali, atau dua puluh kali, atau lebih sehingga proses ini mampu membentuk pola dalam bayanganya dan membentuk gerak refleks pada lisannya. Sedangkan thariqah jama’ metode menghafal yang dilakukan secara kolektif, yakni ayat-ayat yang dihafal dibaca terlebih dahulu secara kolektif, atau bersama-sama, dipimpin oleh seorang pembina.


Ketersediaan

B3274838 SEF m BPIPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
4838 SEF m BPI
Penerbit Fak.Ilmu Dakwah Dan Ilmu omunikasi : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
59 hlm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
4838
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya