Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Representasi stereotip dalam film airlift
Film Airlift merupakan film Bollywood yang diangkat dari kisah nyata pada
saat invasi Irak terhadap Kuwait. Dalam film ini menceritakan tentang perjuangan
seorang pengusaha India yang tinggal di Kuwait untuk membebaskan 170.000
warga India yang terjebak pada saat invasi Irak terhadap Kuwait. Banyak pesan
moral yang disampaikan oleh sutrada melalui Ranjit sebagai pemeran utama
dalam film tersebut, akan tetapi dibalik banyaknya pesan moral yang disampaikan
terdapat presentasi stereotip islam yang bersifat stereotip yang dilakukan oleh
tentara Irak dan juga pemerintah Kuwait yang bernotabene sebagai agama Islam.
Berdasarkan konteks di atas, maka pertanyaannya adalah, bagaimana
representasi stereotip islam yang ditampilkan dalam film Airlift? Bagaimana
wacana seputar representasi Islam dalam film Airlift karya Raja Khrisna Menon
dari level teks (struktur makro, superstruktur, struktur mikro), level kognisi sosial,
dan level konteks sosial?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis
wacana Teun A Van Dijk. Teun A Van Dijk membagi analisis wacana menjadi
tiga bagian, yaitu level teks, kognisi social, dan konteks social. Level teks terbagi
menjadi tiga, pertama struktur makro yaitu tematik/topik, kedua superstruktur
yaitu skematik/skema, dan ketiga yaitu struktur mikro yaitu semantik (latar, detail,
maksud, peranggapan), sintaksis (bentuk kalimat, koherensi, kata ganti), stilistik
dan retoris (grafis, metafora, ekspresi). Level kognisi sosial melihat permasalahan
dari kognisi/mental penulis naskah/skenario. Level konteks sosial melihat
bagaimana wacana tersebut berkembang di masyarakat.
Dilihat dari struktur makro dalam film Airlift memberikan pesan moral kepada
penonton melalui tokoh utama Ranjit, akan tetapi terdapat representasi stereotip
islam yang bernilai stereotip, seperti teroris, diskriminasi, tamak, tidak
bertanggung jawab, dan pelecehan seksual. Dari superstruktur film ini terdapat
skematik dari Opening Bill Board, Opening Scene, Conflict Scene, Anti Klimaks,
dan Ending. Dari struktur mikro terdapat semantik yang terbagi menjadi empat,
yaitu latar detail, dan peranggapan, kemudian sintaksis seperti koherensi, bentuk
kalimat, dan kata ganti, kemudian stilistik yang digunakan yaitu bahasa Inggris,
India, dan Arab, kemudian retoris seperti grafis, metafora, dan ekspresi. Dari segi
kognisi sosial film ini dibuat karena Raja Khrisna Menon ingin memberitahu
kepada generasi masa kini bahwa India mempunyai sejarah yang baik. Dari segi
konteks sosial film ini dibuat karena Raja Khrisna Menon yang berasal dari
Kerala sadar dengan warga Kerala yag hadapi pada saat Irak menginvasi Kuwait.
Ketersediaan
| K1669 | 4866 ABI r KPI | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
4866 ABI r KPI
|
| Penerbit | Fak.Ilmu Dakwah Dan Ilmu Komunikasi : Jakarta., 2016 |
| Deskripsi Fisik |
88 hlm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
4866
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






