No image available for this title

Text

Konflik Agraria Suku Samin Dan PT. Semen Indonesia:studi film dokumentar samin vs semen karya whatcdoc



Pegunungan Kendeng merupakan kawasan yang memiliki kekayaan alam
yang unik, yaitu bentang alam karst. Sumber daya alam pada kawasan
pegunungan Kendeng menjadi tempat ribuan orang menggantungkan hidup,
khususnya suku Samin. Di sisi lain, bentang alam kars yang merupakan bahan
baku utama pembuatan semen juga dibutuhkan oleh perusahaan semen. Pada titik
inilah ketegangan muncul. Masyarakat mengandalkan ketergantungan hidupnya
pada sumberdaya alam, sementara perusahaan semen berusaha mendirikan pabrik
dan pertambangan untuk kepentingan komersial. Masyarakat yang mendiami
kawasan pegunungan itu pun melakukan perlawanan, aksi perlawanan tersebut
didokumentasikan dalam sebuah film dokumenter yang berjudul Samin vs Semen.
Film Samin vs Semen adalah sebuah film dokumenter yang menceritakan
kisah perjuangan suku Samin melawan PT. Semen Indonesia yang akan
mendirikan pabrik semen di kawasan pegunungan Kendeng. Demontrasi, aksi
pemblokiran jalan, advokasi, hingga meja hijau sudah mereka lakukan. Namun,
perusahaan semen milik negara tersebut nampaknya tidak mau menyerah. Mereka
lebih memilih membiayai aparat kepolisian dan preman untuk mengamankan para
demonstran dari pada melepaskan kawasan pegunungan tersebut.
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka muncul pertanyaan
mayor, bagaimana narasi film dokumenter Samin vs Semen dikonstruksikan? Serta
pertanyaan minor, bagaimana alur cerita film dokumenter Samin vs Semen
dikonstruksi dari awal, tengah, hingga akhir? dan bagaimana peran tokoh yang
dikonstruksi film dokumenter Samin vs Semen?
Penelitian ini menggunakan metodologi dengan pendekatan kualitatif dan
bersifat deskriptif. Paradigma penelitian ini adalah konstruktivis, yang mencoba
mengungkapkan realitias tersembunyi. Adapun analisis yang digunakan pada
penelitian ini adalah analisis naratif milik Tzvetan Todorov dan Vladimir Propp,
yang menekankan pada alur, yaitu alur awal, tengah, dan akhir, serta peran para
tokoh.
Hasil penelitian menunjukan bahwa representasi konflik agraria yang
ditampilkan pada film dokumenter Samin vs Semen adalah konstruktivisme biasa,
yang secara garis besar menceritakan tentang kehidupan para petani dan
perjuangan mereka dalam memepertahankan tanah dan menolak pendirian pabrik
semen di daerah mereka. Juga adanya sebuah tindakan intimidasi, paksaan, dan
ancaman yang dilakukan pihak PT Semen Indonesia dan pemerintah sekitar
terhadap para petani. Sosok Gunretno, Gunarti, dan Joko Prianto ditampilkan
sebagai motor dari gerakan penolakan pendirian pabrik semen yang dalam film
ini.
Kata Kunci: Sumberdaya Alam, Suku Samin, PT. Semen Indonesia, Intimidasi,
Penolakan.


Ketersediaan

J5094886 AHM k JURNPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
4886 AHM k JURN
Penerbit Fak.Ilmu Dakwah Dan Ilmu omunikasi : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
135 hlm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
4886
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya