Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Konsistensi Harian Kompas Dalam Mengimplementasikan Bahasa Jurnalistik
Bahasa merupakan hal yang sangat penting dalam berita di surat kabar. Selain untuk menyampaikan informasi, bahasa juga memiliki fungsi edukasi kepada masyarakat. Dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar media cetak turut andil dalam menjaga tatanan Bahasa Indonesia. Apabila media cetak tidak mengindahkan bahasa, informasi yang disampaikan oleh media tidak tersampaikan dengan baik.
Penelitian ini membahas mengenai bagaimana implementasi bahasa jurnalistik di Rubrik Pendidikan dan Kebudayaan Harian Kompas. Bahasa jurnalistik memiliki ketentuan-ketentuan yang harus dipatuhi dalam menulis berita. Sebagai media cetak dengan jumlah pembaca 2.000.000 jiwa, Harian Kompas memiliki pengaruh besar dalam penyebaran bahasa tulis. Apabila Harian Kompas terbukti melanggar pedoman bahasa jurnalistik berarti pembaca harian tersebut terbohongi dari segi bahasa.
Berdasarkan latar belakang tersebut, muncul pertanyaan mayor dan minor. Pertanyaan mayornya bagaimana penggunaan bahasa jurnalistik pada rubrik Pendidikan dan Kebudayaan di Harian Kompas? Pertanyaan minornya pedoman apakah yang digunakan Harian Kompas dalam penulisan berita? Kemudian Apabila terdapat pelanggaran bahasa jurnalistik, mengapa masih terdapat pelanggaran terhadap pedoman bahasa jurnalistik?
Paradigma penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10 pedoman bahasa jurnalistik yang dikeluarkan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Metode penelitian menggunakan analisis 10 pedoman bahasa jurnalistik Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
Hasil dari penelitian ini menunjukkan, dari 114 kalimat dari berita Rubrik Pendidikan dan Kebudayaan yang diteliti, terdapat 59 kalimat yang melanggar pedoman bahasa jurnalistik. Ini berarti, Harian Kompas khususnya Rubrik Pendidikan dan Kebudayaan tidak konsisten dalam mengimplementasikan bahasa jurnalistik pada penulisan berita.
Hal menarik dari penelitian ini, Harian Kompas menyatakan bahwa stylebook yang digunakan Harian Kompas relevan dengan 10 pedoman bahasa jurnalistik PWI, namun dalam penulisan berita masih ditemukan pelanggaran-pelanggaran. Mengenai pelanggaran-pelanggaran tersebut, Harian Kompas menjelaskan pelanggaran masih dilakukan dengan alasan untuk mempertegas kalimat dalam berita dan membuat berita menjadi lebih dimengerti pembaca.
Kata kunci: bahasa jurnalistik, surat kabar, Persatuan Wartawan Indonesia, Harian Kompas, pendidikan dan kebudayaan.
Ketersediaan
| J506 | 4881 HAN k JURN | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
4881 HAN k JURN
|
| Penerbit | Fak.Ilmu Dakwah Dan Ilmu omunikasi : Jakarta., 1438 H/2017M |
| Deskripsi Fisik |
136 hlm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
4881
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






