Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Kedudukan Perempuan Dalam Pandangan Islam :analisis wacana kritis terhadap buku buya hamka berbicara tentang perempuan
Nur Kholifah/1113051000003
Kedudukan Perempuan dalam Pandangan Islam (Analisis Wacana Kritis Terhadap Buku “Buya Hamka Berbicara tentang Perempuan”)
Berbicara mengenai kedudukan perempuan dalam Islam adalah hal yang sangat penting. Hal ini dikarenakan adanya anggapan bahwa perempuan lemah dan lebih rendah daripada laki-laki. Berkaitan dengan kedudukan perempuan, lahirlah sebuah buku yang mengandung wacana kedudukan perempuan dalam pandangan Islam yakni buku “Buya Hamka Berbicara tentang Perempuan”. Buku tersebut lahir pada saat munculnya rumusan UU perkawinan sekuler pada tahun 1973. Sehingga buku tersebut merupakan upaya Buya Hamka untuk membela dan memuliakan kaum perempuan.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka terdapat rumusan masalah. Adapun rumusan masalahnya yaitu bagaimana kedudukan perempuan dilihat dari dimensi teks? Bagaimana kedudukan perempuan dilihat dari dimensi kognisi sosial? Bagaimana kedudukan perempuan dilihat dari dimensi konteks sosial?
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kedudukan perempuan dalam buku “Buya Hamka Berbicara tentang Perempuan” dari dimensi teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Kemudian, manfaat dari penelitian ini adalah konstribusi positif bagi pengembangan wacana keilmuan tentang gejala sosial seperti peristiwa mengenai perempuan dan menambah pengetahuan bagi akademisi, praktisi serta seluruh lapisan masyarakat.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori wacana Teun A. Van Dijk. Wacana merupakan studi mengenai teks, bahasa, yang dituangkan dalam bentuk naskah atau laporan utuh dan mengandung risalah atau nasihat. Dalam wacana Van Dijk dibagi menjadi tiga kerangka yakni teks, kognisi sosial, dan konteks sosial.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode penelitian analisis wacana kritis. Sehingga, prosedur penelitian yang dihasilkan deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.
Buya Hamka menguraikan pemahaman melalui karyanya bahwa perempuan sangat mulia. Hal tersebut dibuktikan dengan dalil Al-Qur?an, Hadits, dan kisah generasi-generasi shaleh. Isi buku tersebut secara umum memuat penjelasan mengenai kemuliaan perempuan, penghargaan yang sama antara laki-laki dan perempuan, pembagian tugas antara laki-laki dan perempuan, kepemimpinan laki-laki dan perempuan, pandangan kaum orientalis terhadap perempuan.
Kesimpulannya adalah bahwa buku “Buya Hamka Berbicara tentang perempuan mengandung wacana kedudukan perempuan dalam pandangan Islam. Islam sangat menghargai dan memuliakan perempuan. Dengan demikian masyarakat seharusnya dapat menjaga dan menerapkan nilai-nilai perempuan dengan baik.
Kata kunci: Kedudukan perempuan, wacana kritis, dan “Buya Hamka Berbicara tentang Perempuan”.
Ketersediaan
| K1655 | 4812 NUR k KPI | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
4812 NUR k KPI
|
| Penerbit | Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Jakarta., 1438 H/2017M |
| Deskripsi Fisik |
111 hlm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
4812
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






