No image available for this title

Text

Analisis Wacana Toleransi Beragama Pada Akun Twitter @ Negativisme



Afrizal Rosikhul Ilmi
NIM: 1112051000017
Analisis Wacana Toleransi Beragama pada Akun Twitter @Negativisme
Akun Twitter @negativisme adalah salah satu akun anonim dengan
banyak followers. Cuitannya dalam Twitter cukup menarik perhatian para
pengguna. Bahasa satir sebagai ciri khas seorang penyair menjadi caranya untuk
menyampaikan pesan, bahkan tidak jarang juga ia menggunakan bahasa yang
vulgar. Akun @negativisme rutin membuat catatan mingguan setiap hari Jumat
dengan menggunakan tanda pagar Prakhotbah. Catatan tersebut sudah dimulai
sejak tahun 2013. Catatan-catatan tersebut memiliki kecenderungan pembahasan.
Yakni tentang kebhinekaan, persamaan ras dan toleransi antarumat beragama.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka pertanyaan mayornya adalah
bagaimana wacana toleransi beragama pada catatan Prakhotbah dilihat dari segi
teks? Kemudian pertanyaan minornya adalah bagaimana wacana toleransi
beragama pada catatan Prakhotbah dilihat dari segi kognisi sosial? Dan bagaimana
wacana toleransi beragama pada catatan Prakhotbah dilihat dari segi konteks
sosial?
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan
paradigma kritis. Kemudian metode penelitian yang digunakan adalah analisis
wacana Teun A. Van Dijk. Analisis wacana Van Dijk membagi analisis wacana
menjadi tiga bagian, yaitu level teks, kognisi sosial dan konteks sosial. Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi teks, yakni catatan-catatan
yang rutin dibuat @negativisme pada media sosial Twitter, dan wawancara
kepada pemilik akun.
Penelitian ini menemukan bahwa Herman Rhadeya adalah orang yang
berada di baik akun @negativisme dan dalam catatan mingguan Prakhotbah,
Herman lebih dominan membahas tentang kebhinekaan, persamaan ras dan
toleransi beragama. Pembahasan tentang hal tersebut menjadi hal utama Herman
membuat akun @negativisme, dengan tujuan untuk menyadarkan seluruh lapisan
masyarakat khususnya kelompok radikal yang merusak persatuan dan kesatuan
Indonesia. Selain itu Herman resah melihat realita bahwa banyak tindak
kerusuhan yang dilatarbelakangi urusan agama. Semua keresahan yang dirasakan
Herman, dituangkan dalam catatan mingguan Prakhotbah seperti pada judul Duo
Mulia, Berbalas, dan Purwakarta Untuk Indonesia. Pada level teks terdapat tiga
tema besar yang berkaitan dengan wacana toleransi beragama, yaitu; Menghargai
Kebebasan Eksistensial Agama, Menerima Perbedaan, dan Etika Antar Umat
Beragama. Dilihat dari segi kognisi sosial, ditemukan bahwa Herman memiliki
pemahaman bahwa setiap penganut agama harus memiliki sifat toleran.
Selanjutnya dari segi konteks sosial ditemukan bahwa kehidupan bertoleransi di
Indonesia sedang mengalami penurunan, terutama dalam aktifitas di sosial media.
Kesimpulannya, catatan mingguan Prakhotbah syarat dengan wacana
toleransi beragama. Hal tersebut tergambar dalam teks, kognisi sosial dan konteks
sosial.
Keywords: Prakhotbah, Akun anonim, wacana, toleransi beragama dan
kelompok radikal.


Ketersediaan

K16534856 AFR a KPIPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
4856 AFR a KPI
Penerbit Fak.Ilmu Dakwh Dan Ilmu Komunikasi : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
127 hlm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
4856
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya