No image available for this title

Text

Analisis Semiotika Sosial Dalam Pemberitaan Aksi 411 Pada Surat Kabar Republika Dan Rakyat Merdeka



Agita Surya Pertiwi
NIM: 1112051100002
Analisis Semiotika Sosial Dalam Pemberitaan Aksi 411 Pada Surat Kabar
Republika Dan Rakyat Merdeka
Berdasarkan pemberitaan di berbagai media khususnya media cetak, penistaan
agama menjadi topik pembicaraan bagi masyarakat Indonesia atas dugaan penistaan
agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama, saat
melakukan kunjungan kerjanya di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Konflik selalu
menjadi isu yang menarik bagi kalangan media. Media dapat berperan memperuncing
pemberitaan konflik atau sebaliknya media dapat berperan sebagai jalur perdamaian
agar konflik tersebut tidak memanas kembali,
tergantung dari sikap praktisi media, apakah ingin menjadi media provokatif atau
media yang memproklamirkan perdamaian dengan menerapkan jurnalisme damai.
Berdasarkan konteks di atas, maka tujuan penulisan ini adalah untuk
menjawab pertanyaan mayor dan minor. Adapun mayornya adalah bagaimana
Republika dan Rakyat Merdeka menampilkan kata-kata dalam memberitakan Aksi
411? Pertanyaan minornya adalah apakah Republika dan Rakyat Merdeka telah
menerapkan jurnalisme damai dalam pemberitaan Aksi 411?
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan
paradigma konstruktivis. Menurut pandangan konstruktivis, realitas kehidupan sosial
bukanlah realitas yang natural, tetapi hasil dari adanya konstruksi. Data temuan
dianalisis dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Semiotika Sosial
M.A.K Halliday yang terdiri atas tiga konsep yaitu Medan Wacana yang
menggambarkan situasi apa yang diwacanakan dalam pemberitaan Aksi 411 di kedua
media; Pelibat Wacana berita tersebut dilihat dari siapa saja yang terlibat dalam teks
tersebut; dan Sarana Wacana menggambarkan bagaimana Republika dan Rakyat
Merdeka menggunakan gaya bahasa dalam pemberitaan serta dikaitkan dengan
perspektif Jurnalisme Damai Johan Galtung yaitu sebuah pendekatan yang
mengarahkan perdamaian ketika meliput peristiwa konflik. Jurnalisme damai
memandang konflik sebagai sebuah masalah dan berusaha mencari solusi melalui
pemberitaan. Kemudian dianalisis dengan menggunakan orientasi perdamaian,
orientasi kebenaran dan masyarakat, serta orientasi penyelesaian.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Republika telah menerapkan
prinsip jurnalisme damai dengan berita-berita yang tidak fokus pada konflik yang
terjadi antara Ahok dan masyarakat, hanya fokus pada upaya perdamaian dan
mengupayakan solusi perdamaian. Sedangkan Rakyat Merdeka memilih untuk
menjadi media provokatif dengan penggunaan gaya bahasa yang digunakannya dalam
memberitakan Aksi 411. Walaupun Rakyat Merdeka belum menggunakan
pendekatan jurnalisme damai, bukan berarti Rakyat Merdeka menerapkan jurnalisme
perang dalam memberitakan peristiwa Aksi 411.
Kata kunci: Penistaan Agama, Republika dan Rakyat Merdeka, Jurnalisme Damai


Ketersediaan

J4964855 AGI a JURNPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
4855 AGI a JURN
Penerbit Fak.Ilmu Dakwh Dan Ilmu Komunikasi : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
111 hlm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
4855
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya