Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Representasi Calon Gubenur DKI Jakarta Pada Ilustrasi Sampul Majalah Tempo Tahun 2016-2017
REPRESENTASI CALON GUBERNUR DKI JAKARTA PADA ILUSTRASI SAMPUL
MAJALAH TEMPO 2016-2017
Akhir 2016 hingga awal 2017, merupakan periode isu Pilkada Jakarta. Berbagai
permasalahan bermunculan terkait isu Pilkada Jakarta. Mulai dari persiapan partai politik untuk
mengusung calon pasangan, adanya dua skenario pilkada yaitu melalui jalur independen dan
partai politik, hingga siapa di balik pencalonan pasangan untuk menuju DKI 1. Dengan berbagai
permasalahan tersebut Calon Gubernur DKI Jakarta menjadi sorotan di berbagai media nasional
maupun internasional, tak terkecuali majalah mingguan Tempo yang kerap menampilkan ilustrasi
sampul majalah dengan nyentrik bahkan menyindir dengan khasnya. Seorang calon gubernur
layaknya terlihat gagah karena memiliki kekuasaan tertinggi di daerah, namun pada beberapa
sampul majalah Tempo sosok Calon Gubernur DKI Jakarta digambarkan tidak seperti seorang
calon pemimpin daerah seperti selayaknya.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti melakukan penelitian menggunakan
kajian semiotika Charles Sanders Pierce. Pada hasil temuan, terdapat tujuh ilustrasi sampul
majalah yang menampilkan sosok Calon Gubernur DKI Jakarta dengan berbagai macam tema
yang diangkat. Gambaran bagaimana representasi Calon Gubernur DKI Jakarta sebagai calon
pemimpin daerah dalam sampul dan isi pemberitaannya. Peneliti merumuskan pertanyaan yakni:
bagaimana representasi calon gubernur DKI Jakarta pada ilustrasi sampul majalah Tempo tahun
2016-2017 ?
Melihat konteks penelitian, tinjauan teoritis yang digunakan adalah semiotika menurut
Charles Sanders Pierce, yaitu dengan teori segitiga maknanya atau triangle meaning. Peirce
melihat makna atas sign atau tanda (ikon, indeks, dan simbol), object, dan interpretant. Apabila
ketiga elemen makna itu berinteraksi dalam benak seseorang, maka muncullah makna tentang
sesuatu yang diwakili tanda tersebut. Ikon merupakan tanda yang dirancang untuk
merepresentasikan sumber acuan melalui simulasi atau persamaan (artinya, sumber acuan dapat
dilihat, didengar, dan seterusnya dalam ikon). Indeks merupakan tanda yang dirancang untuk
mengindikasikan sumber acuan atau saling menghubungkan sumber acuan, sedangkan simbol
merupakan tanda yang dirancang untuk menjadikan sumber acuan melalui kesepakatan atau
persetujuan.
Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis semiotik yang
bersifat kualitatif model deskriptif. Data yang didapatkan adalah ilustrasi sampul majalah Tempo
selama akhir 2016 sampai awal 2017 yang menampilkan Calon Gubernur DKI Jakarta. Juga
ditambah dengan observasi buku dan dokumentasi.
Setelah melihat tujuh ilustrasi sampul majalah yang diteliti, maka kesimpulannya, Calon
Gubernur DKI Jakarta pada ilustrasi sampul Majalah Tempo adalah sebagai calon pemimpin
yang berusaha keras demi mendapatkan hati warga Jakarta agar menang dalam Pilkada Jakarta.
Hal ini terlihat dari setiap edisi majalah Tempo yang menampilkan sosok Calon Gubernur DKI
Jakarta dengan berbagai macam perihal usaha keras sebagai calon gubernur.
Kata Kunci: Pilkada, Semiotika, Majalah Tempo, Sampul, dan Calon Gubernur DKI Jakarta
Ketersediaan
| J495 | 4859 ANG r JURN | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
4859 ANG r JURN
|
| Penerbit | Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Jakarta., 1438 H/2017M |
| Deskripsi Fisik |
131 hlm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
4859
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






