No image available for this title

Text

Analisis Semiotika pemberitaan seks dan kekerasan pada program berita reportase malam trans TV



Setelah lebih dari sembilan tahun pers merdeka, pelaksanaan kebebasan
pers ternyata masih belum seperti yang diharapkan masyarakat. Unsur-unsur
kebebasan pers yang tak sesuai itu antara lain terlihat dari maraknya penerbitan
atau penyiaran pornografis. Banyak program siaran di beberapa stasiun televisi
yang terkena teguran karena telah melanggar pasal-pasal pada pedoman
penyiaran, karena adanya unsur kekerasan fisik maupun verbal dan pelecehan
seksual. Salah satu program siaran tersebut adalah Reportase Malam Trans TV.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami makna yang tersirat
dalam tayangan-tayangan berita seks dan kekerasan pada Reportase Malam Trans
TV dan untuk melihat kategori apa yang paling dominan pada Reportase Malam
edisi Desember tahun 2015. Maka dari itu muncullah pertanyaan: Makna apa yang
ada di dalam gambar-gambar tayangan berita seks dan kekerasan pada program
berita Reportase Malam Trans TV? Dan adakah kecenderungan dari berita-berita
yang ditayangkan pada program berita Reportase Malam Trans TV?
Untuk menjawab semua pertanyaan itu, maka penelitian ini menggunakan
teori semiotika Charles Sanders Pierce, dengan cara memahami makna atau tanda
yang ada dalam tayangan beritanya. Adapun subjek dari penelitian ini adalah
program berita Reportase Malam Trans TV, sedangkan objek penelitiannya adalah
berita-berita seks dan kekerasan. Penelitian dilakukan dengan pengumpulan data
dari hasil observasi, dokumentasi dan data sekunder yang kemudian dianalisis
dengan cara kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tanda-tanda (representament)
yang muncul pada pemberitaan seks ialah memperlihatkan wanita-wanita yang
menampilkan bagian tubuh tertentu, khususnyanya paha, bokong dan payudara.
Sementara ikonnya adalah wanita-wanita yang mengenakan pakaian minim.
Indeks yang muncul, yakni foto mahasiswi yang ditutupi wajahnya, menandakan
dia merupakan pelaku praktik prostitusi dan sebuah usaha keras seorang pendiri
majalah dalam membesarkan nama majalahnya. Simbol yang muncul adalah
sebuah potret gadis berpakaian seksi dan potret seorang Hugh Hefner dengan
sampul majalah pertamanya.
Pada pemberitaan kekerasan, tanda-tanda yang muncul secara garis besar
memperlihatkan tentang aksi kekerasan terhadap fisik. Sementara ikonnya adalah
aksi-aksi kekerasan yang ditampilkan pada setiap pemberitaan, berupa kekerasan
fisik dan vandalisme. Indeks yang muncul adalah ekspresi para pelaku dan korban
kekerasan pada setiap pemberitaan. Sedangkan simbolnya mulai dari maling yang
dihajar massa, pembakaran sepeda motor, demo ricuh, hingga senjata yang
digunakan untuk mengancam.
Jadi, pemberitaan ini menampilkan berbagai macam tanda-tanda yang
berbeda di setiap beritanya. Sementara, Agenda media untuk periode bulan
Desember 2015 adalah berita seks “Menampilkan Bagian Tubuh Tertentu (Paha,
Bokong dan Payudara)” dan berita “Kekerasan Fisik”.
Kata kunci: Analisis Semiotik, Agenda Media, Reportase Malam Trans TV


Ketersediaan

J4854727 MOH a JURNPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
4727 MOH a JURN
Penerbit Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
92 hlm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
4727
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya