No image available for this title

Text

Analisis Wacana Pemberitaan Setelah Murka Mega Majalah Sindo weekly Edisi 16-22 April2015



Kehadiran presiden Joko Widodo dalam Kongres IV PDI-P di Sanur
Beach, Bali menuai kontroversi. Banyak media khususnya yang terlihat tidak Pro
terhadap Jokowi memanfaatkan momen ini untuk menyudutkan presiden terpilih,
salah satunya adalah Sindo Weekly. Padahal, presiden, agar mampu menjalankan
programnya dengan maksimal butuh dukungan media maupun masyarakat yang
ada.
Dari uraian di atas terdapat beberapa pertanyaan yang muncul. Pertama,
bagaimana Sindo Weekly mewacanakan pemberitaan “Setelah Murka Mega” yang
terdapat pada edisi 16-22 April 2015? Bagaimana proses Eksklusi yang dilakukan
majalah Sindo Weekly pada pemberitaan tersebut? Bagaimana juga proses
Inklusinya?
Dalam pemberitaanya, Sindo Weekly mencoba mewacanakan hadirnya
Joko Widodo dalam Kongres Akbar tersebut. Sehingga kosakata maupun anak
kalimat yang digunakan mampu memarjinalkan posisi Joko Widodo dalam
pemberitaan. Selain itu, pemarjinalan Joko Widodo ini juga diperkuat pada
ilustrasi utama yang digunakan dalam Main Review majalah Sindo Weekly.
Theo van Leeuwen mengartikan analisis wacana sebagai cara menentukan
positif atau negatif, baik maupun buruknya suatu tokoh dalam sebuah tulisan.
Melalui strategi penambahan dan pengurangan kosakata maupun anak kalimat
yang ada, Leeuwen melihat berita itu dapat dikonstruksi penokohan subjeknya.
Konstruksi itu dibuat oleh media itu sendiri, sehinga output setiap media berbedabeda.
Peneliti menganalisis pemberitaan mengenai hadirnya Joko Widodo di
Kongres IV PDI-P pada Main Review majalah Sindo Weekly edisi 16-22 April
2015 ini. Kesimpulan berupa hasil temuan pun didapat setelah berita dianalisis.
Hasilnya berupa bagaimana majalah Sindo Weekly memunculkan dan
menghilangkan kesan baru terhadap Joko Widodo dalam pemberitaanya dan apa
pesan yang ingin disampaikan Sindo Weekly?
Pemarjinalan terhadap Joko Widodo yang dilakukan Sindo Weekly sudah
dilakukan sejak awal. Wartawan diarahkan agar meliput sesuai visi dan misi Sindo
Weekly. Penggunaan foto, pemilihan narasumber, hingga kosakata yang
digunakan. Sindo Weekly mengklaim sebagai media yang objektif mengikuti kode
etik jurnalistik yang ada.
Keywords: Sindo Weekly, Kongres, PDI-P, Theo van Leeuwen, dan marjinal


Ketersediaan

J4724789 ANG a JURNPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
4789 ANG a JURN
Penerbit Fak.Ilmu Dakwah Dan Ilmu Komunikasi : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
73 hlm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
4789
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya