Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Strategi Marketing Politik Lembaga Konsultan Komunikasi Fastcomm Dalam Pemenangan Partai Islam Di Pemilu Legislatif 2009
Pemilu Legislatif 2009 telah mewujudkan pertarungan politik yang tak terelakkan, penuh intrik, dan target politik yang beragam. Di tengah suasana seperti itu, partai politik terus berlomba meningkatkan strategi marketing politiknya guna meraih kemenangan politis mereka. Tak sedikit di antara partai politik yang mulai memercayakan bangunan rancangan strategi marketing politik itu kepada konsultan komunikasi politik. Hal ini juga dilakukan oleh Partai Keadilan Sejahtera yang menggunakan jasa Fastcomm sebagai konsultan komunikasi politiknya. Sejak 2003, PKS telah memercayakan Fastcomm sebagai ujung tombak marketing politik mereka, dan hubungan itu berlanjut hingga Pemilu Legislatif 2009 lalu.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana strategi marketing politik yang dilakukan Lembaga Konsultan Komunikasi Fastcomm dalam pemenangan Partai Keadilan Sejahtera di Pemilu Legislatif 2009? Dari sini, peneliti mengeksplorasi berbagai strategi marketing politik yang dijalankan Fastcomm terkait dengan target politis PKS yang diembankan pada mereka, mulai dari strategi marketing melalui aboveline media dan belowline media.
Berdasarkan pengamatan dan analisis peneliti, diketahui bahwa Fastcomm mempunyai dua konsep strategi marketing politik yang secara umum dibagi menjadi 2, yakni: strategi media dan strategi non media. Dalam strategi media, Fastcomm mengandalkan strategi periklanan, pemberitaan, spot, dan talkshow. Sedangkan dalam strategi non media, Fastcomm cenderung menggunakan struktur sosial tradisional dan melakukan beberapa event.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Agenda Setting dan Difusi Inovasi. Dengan teori ini, peneliti mencoba menelaah dan menguji kesesuaian praktik marketing politik yang dilakukan Fastcomm dengan teori yang sudah ada. Pada prinsipnya, Fastcomm menjalankannya sesuai dengan kaidah teori, namun tetap disesuaikan dengan realitas di lapangan, juga menambahkan bebrapa inovasi lain sebagai pengembangan strategi marketing politik yang mereka jalankan.
Metodologi penelitian ini adalah metodologi kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Sumber data diperoleh melalui wawancara dengan Zainul Muhtadien, Direktur Media Konsultan Komunikasi Fastcomm. Dokumentasi berupa buku, media cetak, internet, dan data resmi Fastcomm yang berkaitan dengan objek penelitian.
Dalam pelaksanaan strategi marketing politik, Fastcomm secara konsisten melebur dalam strategi media dengan memproduksi iklan-iklan politik PKS. Fastcomm hanya kekurangan tenaga kreatif pada bagian media online (new media) sehingga kampanye PKS pada 2009 tidak menggunakan jenis saluran ini. Meski demikian, Fastcomm mampu membuktikan stabilnya elektabilitas PKS di Pemilu Legislatif 2009.
Ketersediaan
| K1629 | 4810 SHU s KPI | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
4810 SHU s KPI
|
| Penerbit | Fak.Ilmu Dakwh Dan Ilmu Komunikasi : Ciputat, Jakarta., 2011 |
| Deskripsi Fisik |
125 hlm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
4810
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






