Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Strategi Pemberdayaan Komunitas Punk
Istilah punk atau komunitas punk di Indonesia menunjuk pada sekumpulan
individu penghuni jalanan yang berdandan ala punk (pakaian lusuh, sepatu booth,
badan bertatto, tindikan dan lain-lain). Hal tersebut menimbulkan stigma
masyarakat melekat terhadap punk, bahwa punk atau komunitas punk adalah
sekumpulan individu yang perusuh, pemabuk, dan meresahkan masyarakat.
Komunitas punk atau punk secara umum memang terkesan eksklusif dan menutup
diri dari masyarakat umum, sehingga stigma masyarakat terhadap punk dan
komunitasnya semakin kuat.
Komunitas Punk Taring Babi merupakan salah satu komunitas punk yang
bermarkas di daerah Jakarta Selatan, dimana komunitas ini menunjukkan
eksistensi dan aktifitas mereka yang berlabel punk. Dengan kemandirian,
menghargai kebebasan dan kedaulatan individu, komunitas ini melakukan
aktifitas produktif dengan bermain musik dan berkarya seni. Dengan sistem
kolektif, mereka mampu memberdayakan komunitas dan anggotanya, sehingga
komunitas ini mampu berbaur dan diterima oleh masyarakat.
Dalam penelitian ini ingin menganalisis bagaimana proses pemberdayaan
yang dilakukan di Komunitas Punk Taring Babi, serta bagaimana strategi dalam
memberdayakan komunitas dan anggota. Melalui peran yang dimainkan oleh para
pendiri dan juga komunitas, bagaimana Komunitas Punk Taring Babi mampu
memberdayakan komunitas dan anggota serta mampu berbaur dan diterima oleh
masyarakat.
Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan, terlihat bahwa Komunitas
Punk Taring Babi telah melakukan pemberdayaan terhadap anggota, komunitas,
dan masyarakat dalam bentuk berkarya seni yang produktif. Strategi
pemberdayaan dilakukan dengan menggunakan pendekatan Direktif dan Non-
Direktif.
Pendekatan Direktif tersebut terlihat dari Sistem Kolektif dan Komunikasi
Terbuka yang dipilih dan dilakukan oleh Stakeholder atau pendiri komunitas
dalam pemberdayaan di Komunitas Punk Taring Babi. Selain itu juga terdapat
strategi pemberdayaan dengan pendekatan Non-Direktif, hal tersebut terlihat dari
keterlibatan penuh anggota komunitas dalam pemberdayaan. Pendekatan Non-
Direktif tersebut terlihat dari kesadaran anggota komunitas untuk berdaya serta
ketersediaan fasilitas dalam aktifitas pemberdayaan anggota komunitas, dan juga
keterlibatan serta tanggung jawab anggota komunitas dalam bidang musik, sablon,
cukilan, publikasi, distribusi, dan pemasaran hasil karya seni.
Ketersediaan
| J470 | 4800 MUH s KESSOS | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
4800 MUH s KESSOS
|
| Penerbit | Fak.Ilmu Dakwh Dan Ilmu Komunikasi : Jakarta., 1438 H/2017M |
| Deskripsi Fisik |
109 hlm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
4800
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






