Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Analisis Framing Pemberitaan BOM Turki Dan BOM Belgia Di Republika Online
Bom dan Terorisme menjadi hal yang menakutkan bagi warga masyarakat
manapun yang mendengarnya. Tidak hanya di negara Timur saja, negara Barat
pun turut menjadi sasaran aksi teror. Masyarakat dengan cepat mendapat
informasi mengenai hal tersebut karena perkembangan teknologi informasi yang
mendukung di masa ini. Media massa telah menjadi hal yang digantungkan
masyarakat untuk melihat kejadian tanpa ada batasan tempat dan waktu. Kasus
teror Bom di Turki dan Bom Belgia yang terjadi belum lama ini, menjadi salah
satu isu yang diperhatikan dalam pemberitaan Internasional, termasuk pula
pemberitaan di Indonesia. Untuk itu peneliti ingin melihat bagaimana Republika
Online menyajikan berita terkait bom di Turki dan juga bom Belgia.
Tujuan tulisan ini untuk menjawab rumusan masalah bagaimana bingkai
pemberitaan bom Turki dan bom Belgia yang dilakukan Republika Online pada
level sintaksis, skrip, temantik dan retoris? Bagaimana persamaan dan perbedaan
bingkai berita yang ditampilkan oleh Republika Online?
Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan kualitatif dengan
menggunakan metode pengumpulan data dan menggunakan instrumen wawancara
serta observasi. Observasi teks yang dilakukan untuk melihat secara keseluruhan
mengenai fakta-fakta yang di bangun oleh Republika Online hingga terlihat
bingkai yang ditampilkan. Adapun sumber utama yang digunakan dalam
penelitian ini ialah teks pemberitaan mengenai Bom Turki yang terjadi pada
tanggal 19 Maret 2016, dan Bom Belgia yang terjadi pada 22 Maret 2016. Teori
yang digunakan yaitu analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki.
Model ini menjelaskan bahwa setiap berita mempunyai frame. Berfungsi sebagai
pusat ide. Frame yaitu suatu ide digabungkan dengan elemen berbeda ke dalam
teks keseluruhan. Sehingga berhubungan dengan makna yang ditampilkan
(Eriyanto, 2002: 289-291).
Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bagaimana Republika Online
membingkai kedua peristiwa tersebut. Dimana ditemukan persamaan bahwa
Republika Online menampilkan judul dengan menggunakan unsur leksikon untuk
menarik pembaca. Pada kedua pemberitaan tersebut, terlihat Republika Online
lebih menekankan pada sisi pelaku yang diangkat dalam keseluruhan teks yang
ditampilkan. Disini, Republika Online mencoba menjelaskan ISIS bukanlah
bagian dari muslim itu sendiri, terlihat dari kecaman, kemarahan, tuduhan yang
terlihat pada teks pemberitaan, dan hal itu ditujukan kepada ISIS. Namun, di
antara pemberitaan yang diteliti, bom Turki terlihat provokatif dan terkesan
menyudutkan ISIS sebagai pelaku apabila dilihat dari judul-judul yang
ditampilkan. Sedangkan pada pemberitaan Bom Belgia terlihat sudah adanya
klaim dari ISIS namun yang diberitakan yaitu cenderung pembelaan terhadap
Islam, yang menyatakan bahwa pelaku pengeboman bukan bagian dari
masyarakat muslim, melainkan murni tindak kejahatan mereka sendiri.
Kata Kunci: Bom, Framing, Pemberitaan, Republika Online.
Ketersediaan
| K1624 | 4773 DIT a KPI | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
4773 DIT a KPI
|
| Penerbit | Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Ciputat, Jakarta., 1438 H/2017M |
| Deskripsi Fisik |
89 hlm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
4773
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






