No image available for this title

Text

Studi Etnografi Komunikasi Ritual Adat Masyarakt Kampung Pulo Desa Canguang Kecamatan Leles Kabupaten Garut Propinsi Jawa Barat



Kampung Pulo merupakan kampung adat sunda yang masih melestarikan adat
istiadat leluhurnya. Di Kampung Pulo terdapat beragam ritual adat yang masih
dilaksanakan yaitu ritual adat perkawinan, kehamilan, yang berkaitan dengan bayi yang
baru lahir, kematian, bidang pertanian pada saat mendirikan rumah serta upacara
ngaibakan benda pusaka. Dari sekian banyak upacara ritual yang ada di Kampung Pulo,
yang merupakan ciri khas upacara dari daerah tersebut ialah ritual ngaibakan benda
pusaka, tepatnya pada tanggal 14 Maulud, upacara ritual ini merupakan acara rutin
yang hanya dilakukan satu tahun sekali dan dihadiri oleh masyarakat dari luar
Kampung Pulo, seperti Garut, Bandung, Ciamis, Tasik dan Cirebon.
Tujuan pembahasan ini adalah untuk menjawab pertanyaan mayor dan minor.
Adapun pertanyaan mayor yaitu bagaimana proses pelaksanaan upacara ritual adat
ngaibakan benda pusaka? Sedangkan pertanyaan minornya adalah bagaimana situasi
komunikatif, peristiwa dan tindak komunikatif yang terjadi pada upacara ritual adat
ngaibakan benda pusaka?
Metode penelitian dalam skripsi ini menggunakan paradigma konstrutivisme,
pendekatan kualitatif studi etnografi komunikasi, jenis penelitian deskriptif dengan
menggunakan data tertulis dan lisan dari pelaku yang dapat diamati. Teknik
pengumpulan data yang dipakai menggunakan data primer melalui observasi dan
wawancara, serta data sekunder dengan data yang diperoleh dari studi kepustakaan dan
artikel yang sesuai dengan pemabahasan, sedangkan analisis data menggunakan metode
deskriptif analisis.
Situasi komunikatif meurujuk kepada konteks waktu, tempat dan suasana
yang terjadi selama proses ritual adat ngaibakan benda pusaka. Peristiwa komunikatif
ini membahas keseluruhan perangkat komponen yang utuh yang dimulai dengan tujuan
umum komunikasi, topik umum yang sama dan melibatkan partisipasi yang secara
umum menggunakan varietas bahasa yang sama, mempertahakan tone yang sama dan
kaidah-kaidah yang sama untuk interaksi dalam setting yang sama. Sedangkan yang
terakhir yaitu tindak komunikatif ritual ngaibakan benda pusaka dibagi dalam dua
komponen yakni komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal yang terjadi pada
upacara ritual ngaibakan benda pusaka.
Berdasarkan hasil penelitian, makna yang terdapat dalam ritual ngaibakan benda
pusaka ini menunjukan adanya simbol-simbol komunikasi pada saat menjalani tradisi
tersebut dengan pola yang tersusun, hampir semua ritual mengkomunikasikan makna
tertentu sesuai dengan apa yang dipahami masyarakat. Interaksi sosial yang terjadi di
Kampung Adat Pulo terbentuk secara dinamis dan agamis menyangkut hubungan
antara orang-orang-perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara
perorangan dengan kelompok manusia.
Kata Kunci : Upacara Ritual Adat, Ngaibakan Benda Pusaka, Etnografi Komunikasi


Ketersediaan

K16224799 SYI s KPIPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
4799 SYI s KPI
Penerbit Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Ciputat, Jakarta.,
Deskripsi Fisik
62 hlm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
4799
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya