Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Skema Hubungan Keluarga Dalam Komunikasi Interpersonal Pada Keluarga Gen Halilintar
Dalam kaca mata psikologi, bahwa keluarga menjadi lingkungan pertama
dalam pembentukan moral, karakter dan kepribadian. Ditopang oleh para ahli
ilmu sosiologi, bahwa keluarga juga menjadi organisasi pertama dalam struktur
sosial. Para pengamat menyatakan bahwa negara yang berhasil dimulai dari
keberhasilan keluarga dalam membina kehidupan berkeluarga. Banyak faktor
yang mempengaruhi keberhasilan kehidupan berkeluarga, salah satunya adalah
skema hubungan keluarga yang terjalin dalam sebuah keluarga. Dengan begitu,
dalam penelitian ini akan meneliti bagaimana skema hubungan keluarga pada
keluarga Gen Halilintar.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka muncul rumusan masalah dalam
penelitian ini. Antara lain, bagaimana kedekatan antar sesama anggota keluarga
dalam keluarga Gen Halilintar? Bagaimana tingkat individualitas dalam keluarga
Gen Halilintar? Bagaimana faktor eksternal yang memengaruhi skema hubungan
keluarga dalam keluarga Gen Halilintar? Dan tergolong tipe keluarga apa pada
keluarga Gen Halilintar?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan berlandaskan pada
peradigma postpositivis. Dimana postpositivis merupakan transformasi dari
paradigma positivis yang sudah dikemukakan oleh para ahli sebelumnya. Pada
paradigma postpositivis peneliti diharuskan untuk mengamati objek secara
langsung, tetapi tetap memperhatikan tingkat subjektivitas.
Sejak lama, perilaku interpersonal sudah menjadi gagasan utama dalam
bidang psikologi sosial dan sudah banyak peneliti yang menggunakan teori-teori
pada tradisi ini dalam membahas kajian komunikasi interpersonal antar individu.
Begitu pula dengan teori skema hubungan sebagai hasil dari penciptaan teori pada
tradisi sosiopsikologis yang mengedepankan unsur pokok dari penggolongan serta
pengkarakteristikkan individu dan hubungannya.
Teori Skema Hubungan (Relational Schemas Theory) terdiri atas
pengetahuan tentang: (1) Seberapa dekat keluarga tersebut; (2) Tingkat
individualitas dalam keluarga; (3) Faktor-faktor eksternal terhadap keluarga,
misalnya teman, jarak geografis, pekerjaan, dan masalah-masalah lain di luar
keluarga. (Little John & Karen, 2009: 288)
Penelitian ini menjawab bagaimana penerapan skema hubungan dalam
keluarga Gen Halilintar. Keluarga yang menjadi perhatian bagi khalayak publik
sejak tahun 2015 hingga saat ini. Pada penelitian ini menemukan temuan
bahwasannya keluarga Gen Halilintar memiliki tingkat kedekatan lebih tinggi
dibanding tingkat individualitasnya dengan faktor eksternal yang relatif lebih luas
dibanding keluarga lain. Tahap akhir pada teori ini, keluarga Gen Halilintar
masuk dalam kategori tipe keluarga konsensual.
Keyword: skema, hubungan, keluarga, sosiopsikologi dan Gen Halilintar.
Ketersediaan
| K1613 | 4766 RAM s KPI | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Skripsi) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
4766 RAM s KPI
|
| Penerbit | Fak.Dakwah Komunikasi dan Penyiaran : Jakarta., 1438 |
| Deskripsi Fisik |
97 Hlm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
4766
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






