No image available for this title

Text

Representasi Kekerasan Terhadap Perempuan Dalam Media Massa:analisis wacana tayangan harta tahta wanita di trans TV



Tingkat kekerasan terhadap perempuan hingga saat ini masih tetap tinggi
dan terjadi hampir terjadi di semua ranah, baik dalam ranah keluarga maupun
publik. Perempuan selalu dijadikan objek dan diposisikan di bawah subordinat
laki-laki. Isu mengenai kekerasan terhadap perempuan sudah menjadi isu global
dan banyak mengundang perhatian berbagai kalangan. Kasus-kasusnya pun sudah
banyak ditampilkan dalam bentuk berita maupun tayangan di televisi. Program
acara yang menayangkan kasus kekerasan terhadap perempuan salah satunya
adalah Harta Tahta Wanita di Trans TV.
Berdasarkan latar belakang di atas, pertanyaan yang muncul adalah
bagaimana penggambaran perempuan ditinjau dari posisi subjek-objek
berdasarkan analisis wacana Sara Mills dalam tayangan Harta Tahta Wanita?
Bagaimana penggambaran perempuan ditinjau dari posisi pembaca dalam
tayangan Harta Tahta Wanita? Bagaimana penggambaran kekerasan terhadap
perempuan dalam tayangan Harta Tahta Wanita?
Teori yang digunakan adalah teori representasi yang diperkenalkan oleh
Stuart Hall. Mejelaskan tentang salah satu cara untuk memproduksi suatu makna.
Dalam penelitian ini yang menjadi persoalan paling utama adalah bagaimana
realitas atau objek tersebut ditampilkan. Apakah seseorang, sekelompok orang,
maupun gagasan itu ditampilkan sebagaimana mestinya, dan bagaimana
representasi itu ditampilkan, baik melalui sebuah kata, kalimat, aksentuasi, foto,
maupun tayangan kepada khalayak.
Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis
wacana Sara Mills. Analisis wacana Sara Mills ini memiliki dua konsep, yaitu
konsep mengenai posisi-posisi aktor yang ditampilkan dalam sebuah teks. Posisi
yang dimaksud adalah posisi subjek dan objek, yaitu siapa yang menjadi pencerita
(subjek) dan siapa yang diceritakan (objek), dan posisi pembaca.
Representasi perempuan dalam media massa cenderung diposisikan
sebagai objek penceritaan, sementara posisi subjek didominasi oleh laki-laki.
Dengan diposisikannya laki-laki sebagai subjek penceritaan, mereka bebas
menceritakan dirinya dan tindakan yang dilakukannya berdasarkan perspektifnya
sendiri tanpa memunculkan suara perempuan.
Kata Kunci: Representasi, Kekerasan, Perempuan, Subjek, Objek


Ketersediaan

J3824428 MUR r JURNPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
4428 MUR r JURN
Penerbit Fak.Dakwah Komunikasi dan Penyiaran : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
82 hal
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
4428
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya