No image available for this title

Text

Implementasi Bimbingan Agama Dalam Meningkatkan Kesadaran Beribadah Pada Warga Binaan Sosial(WBS) Di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2 eger Jakarta Timur



Berdasarkan data dari pusat data dan informasi (Pusdatin) Kemensos,
tercatat pada 2012. Jumlah gelandangan 18.599 orang dan pengemis 178.262
orang. Selain itu upaya dari Pemerintahan DKI Jakarta untuk mengatasi
gelandangan dan pengemis diantaranya dengan mengeluarkan berbagai peraturan
daerah (Perda), seperti Perda DKI No. 11 Tahun 1988 tentang ketertiban umum,
Perda DKI No. 8 Tahun 2007 yang melarang orang untuk meggelandang,
mengemis dan melakukan aktivitas yang mengganggu ketertiban di jalan.
Gelandangan dan pengemis menghabiskan waktunya untuk mencari pekerjaan.
Mereka mementingkan kehidupan dunia dari pada beribadah (seperti shalat,
puasa, membaca al-Quran dan mengamalkan). Mereka menghabiskan waktu di
jalan dan ketika masuk ke panti, kesadaran beribadah itu belum tumbuh karena di
sana belum ada pembekalan agama yang pada pelaksanaannya masih minim.
Skripsi ini mencoba menggambarkan mengenai kesadaran beribadah. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses bimbingan agama dalam
meningkatkan kesadaran beribadah pada Warga Binaan Sosial (WBS), serta
bagaimana metode yang digunakan dalam kegiatan bimbingan agama untuk
meningkatkan kesadaran beribadah pada Warga Binaan Sosial (WBS) di Panti
Sosial Bina Insan Bangun Daya 2.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori Carl Rogers,
manusia memiliki kesanggupan untuk menyadari dirinya sendiri. Semakin kuat
kesadaran diri pada sesorang, maka akan semakin besar kesanggupan pada diri
sendiri. Dari teori tersebut dikenal dengan Eksistensial Humanistik, manusia
seharusnya menyadari akan eskistensisnya sebagai hamba Allah dan khalifah di
muka bumi. Oleh karena itu, setiap diri memiliki kesadaran yang tinggi dikaitkan
dengan tujuan, tugas, perbekalan dan berakhirnya kehidupan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, teknik yang digunakan
peneliti untuk memilih informan dalam penelitian ini adalah teknik purposive
sampling (bertujuan) di mana informan dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu
dan dianggap sebagai orang-orang yang tepat dalam memberikan informasi yang
sesuai dengan kebutuhan peneliti. Untuk teknik pengambilan data peneliti
melakukan wawancara kepada informan yang telah peneliti tentukan, yaitu satu
orang pembimbing agama dan empat orang warga binaan sosial (WBS).
Proses bimbingan agama dalam meningkatkan kesadaran beribadah pada
warga binaan sosial (WBS) di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2, mencakup
pemberian materi terutama materi yang terkait dengan pembahasan rukun Islam,
ketauhidan, dan nilai-nilai keislaman. Metode yang digunakan dalam bimbingan
agama disesuaikan dengan kondisi WBS, yaitu metode ceramah, metode tanya
jawab, dan metode manajemen qalbu. Diantara ketiga metode tersebut yang
berpengaruh dalam meningkatnya kesadaran beribadah yaitu, metode ceramah dan
manajemen qalbu, ini terlihat dari hasil wawancara dan observasi di lapangan.
Kata Kunci : Bimbingan Agama, Kesadaran Beribadah


Ketersediaan

B3004439 AMA i BPIPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
4439 AMA i BPI
Penerbit Fak.Dakwah Komunikasi dan Penyiaran : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
84 ha
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
4439
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya