No image available for this title

Text

Analisis Framing terhadap pemberitaan front pembela islam (FPI) menolak ahok di TVONE



Menjadikan non-muslim menjadi pemimpin masyarakat Muslim menjadi prokontra
di kalangan umat Islam. Sebagian beranggapan sah-sah saja dengan beberapa
pertimbangan, sedangkan sebagian yang lain melarang keras tindakan tersebut, seperti
sekelompok ormas FPI. FPI mengharamkan pemimpin non-muslim menjadi petinggi bagi
masyarakat Muslim. Karena alasan ideologi tersebut FPI menolak keras Ahok menjadi
Gubernur DKI Jakarta menggantikan Jokowi yang telah terpilih menjadi Presiden RI.
Untuk melancarkan penolakan tersebut, FPI melakukan aksi demonstrasi secara besarbesaran
selama beberapa kali. Namun Ahok tak serta merta percaya penolakan yang
dilakukan FPI murni karena alasan agama. Ahok menuding tindakan FPI bermotif politik.
Kecurigaan Ahok semakin besar lantaran tuntutan FPI ada yang bernada politis, terlebih
lagi beberapa politisi Koalisi Merah Putih (KMP) yang juga anggota DPRD DKI Jakarta
ikut serta dalam demonstrasi penolakan terhadap dirirnya yang dilakukan FPI. Kasus ini
langsung menjadi perhatian media massa, tak ketinggalan tvOne.
Berdasarkan konteks di atas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah
bagaimana pembingkaian dan konstruksi berita penolakan FPI terhadap Ahok sebagai
Gubernur DKI Jakarta di tvOne? Kemudian apa pesan yang ingin disampaikan tvOne
dengan memberitakan kasus FPI terhadap Ahok?
Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah konstruktivis dengan
pendekatan kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah framing Murray
Edelman. Teknik pengumpulan data yaitu, studi dokumentasi, dan wawancara mendalam
dengan wartwan dan pimpinan tvOne.
Penelitian ini menggunakan kerangka teori konstruksi sosial media massa Peter L.
Berger dan Thomas Luckmann, yaitu tahap menyiapkan materi konstruksi, tahap sebaran
konstruksi, tahap pembentukan konstruksi, dan tahap konfirmasi.
Temuan dalam penelitian ini adalah tvOne dalam mengkategorisasikan berita
kasus FPI menolak Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta yaitu kebencian yang terjadi
antara pemimpin dan masyarakat, Ahok dan FPI. tvOne membingkai berita kasus tersebut
sebagai peristiwa yang biasa, tvOne menolak memberikan rubrikasi kepada berita
tersebut ke dalam rubrik politik atapun agama, tvOne tidak memberikan rubrikasi yang
spesifik. Sedangkan dari kategorisasi ideologi tvOne, tvOne tidak memberi pandangan
memihak terhadap salah satu kubu. Namun, tvOne tidak banyak menyinggung persoalan
motif politik dan keterlibatan politisi dalam kasus FPI dan Ahok. tvOne menggiring
penonton hanya fokus pada masalah perselisihan FPI dan Ahok. Sedangkan dilihat dari
teori konstruksi, tvOne membuat citra yang buruk terhadap kedua kubu yang bertikai.
Keywords: Framing Murray Edelman, Konstruksi Sosial Media Massa, FPI,
Ahok, tvOne, Pemimpin non-muslim.


Ketersediaan

K14484355 ZAI a KPIPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Skripsi)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
4355 ZAI a KPI
Penerbit Fak.Dakwah Komunikasi dan Penyiaran : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
89 hal
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
4355
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya