Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Semiotika Foto Pengunsi Ahmadiyah Di Lombok Karya Dwianto Wibowo Berjudul Transit-o
Jurnalistik baru kini telah memberi keragaman bentuk penulisan bagi para
pekerja jurnalis. Arus perkembangan dunia jurnalistik saat ini membuka diri para
wartawan terhadap wacana Jurnalistik baru yang tidak lagi membatasi ruang gerak
mereka dalam batas deadline dan penyajian berita straight news yang dianggap
kuno.
Foto Karya Dwianto Wibowo yang bertajuk “Transit-o”, yang mendapatkan
juara 1 pada pameran foto Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2012,
menggambarkan tentang kondisi pengungsi Ahmadiyah di Lombok yang saat ini
menempati Asrama pengungsian dari tahun 2006. Foto ini diambil langsung di
tempat kejadian dengan menggambarkan bentuk keadaan tempat tinggal mereka
terdahulu dan saat ini.
Bagaimana seorang foto jurnalis menyampaikan pesan melalui medium
fotonya akan kita peroleh dengan mengungkap, apa makna denotatif, apa makna
konotatif, dan juga apa makna mitos yang terkandung pada foto jurnalistik karya
Dwianto Wibowo yang bertajuk Transito, mengenai kehidupan warga Ahmadiyah
di daerah Lombok pada pameran foto di APFI tahun 2012?
Analisa makna yang terdapat dalam rangkaian foto tersebut akan dikaji
dengan menggunakan pendekatan semiotik yang dikembangkan oleh pemikir
Perancis, Roland Barthes. Pendekatan ini memberi titik tekan pada makna
denotatif, konotatif, dan mitos. Dari metode analisis semiologi tipe Roland
Barthes, diperoleh beberapa data, yaitu: Makna denotasi yang terlihat dari foto
story yaitu menggunakan teknik bercerita Dyptych yaitu menyandingkan 2 foto
menjadi 1 frame dan kedua mempunyai hubungan yang berkaitan dengan cerita
yaitu menceritakan manusia dan tempat tinggalnya, sehingga pembaca dapat
memahami pesan dari peristiwa yang telah terjadi. Analisis Makna konotasi
mengungkapkan perubahan tempat tinggal yang bertolak belakang dengan alam
daerah Lombok yang subur akan potensi alamnya dan warga yang tidak
mendapatkan haknya sebagai warga negara di Republik Indonesia. Dari analisis
makna mitos, dapat diketahui Konflik yang mengatasnamakan Agama masih
sering terjadi di Indonesia, kejadian ini bahwasanya hanya masalah sosial dan
perbedaan ekonomi setiap warga.
Kata Kunci : Semiotika, Dyptych, Pengungsi
Ketersediaan
| J343 | 4178 HER s JURN | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Skripsi) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
4178 HER s JURN
|
| Penerbit | Fak.Dakwah Komunikasi dan Penyiaran : Jakarta., 1436 |
| Deskripsi Fisik |
-
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
4178
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






