Detail Cantuman
Advanced SearchText
Sari Sejarah Filsafat Barat 1
Pertama-tama di dalam definisibahwa filsafat
adalah usaha manusia dengan akalnya untuk memperoleh suatu pandangan
dunia dan hidup. Kata "dengan akalnya" di sini mendapat tekanan. Tidak
dapat disangkal, bahwa semua orang, melalui agama masing-masing, telah
memiliki suatu pandangan dunia dan hidup. Dari mana asal dunia dan
manusia serta hidupnya, bagaimana manusia harus hidup di dalam dunia
ini, dan lain sebagainya, semuanya itu telah diajarkan oleh agama, baik
oleh agama-agama dunia yang besar, maupun oleh agama-agama suku.
Cara agama-agama itu memberitahukan hal itu semuanya dapat disingkat
dengan melalui wahyu. Wahyu di sini diambil dalam arti yang seluas-
luasnya, baik seperti yang diajarkan oleh agama-agama dunia yang besar
seperti yang tercantum di dalam Kitab-Kitab Suci, maupun seperti yang dia-
jarkan oleh agama-agama suku di dalam cerita-cerita mitenya. Bagaima-
napun wahyu itu hanya dapat diterima dengan percaya atau dengan iman.
Bahwa Allah atau dewa yang menciptakan dunia dan manusia, hal itu tidak
dapat dibuktikan dengan akal, tetapi hanya dapat dipercaya. Bahwa
menurut mite dunia dan manusia adalah hasil persetubuhan dewa langit
dan dewi bumi, umpamanya, hal itu hanya dapat diterima dengan percaya.
Akal tidak dapat membuktikannya.
Ketersediaan
| 02609901 | 182 HAD s C.1 | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (026) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
--
|
|---|---|
| No. Panggil |
182 HAD s
|
| Penerbit | Kanisius : Yogyakarta., 2004 |
| Deskripsi Fisik |
123 hlm,; 21 cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
9794131466
|
| Klasifikasi |
182
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






