Image of Pengarusutamaan Kontra Radikal Dalam Kajian Islam Kaffah Oleh Nasruddin Umar Office Di Youtube

Text

Pengarusutamaan Kontra Radikal Dalam Kajian Islam Kaffah Oleh Nasruddin Umar Office Di Youtube



ABSTRACT
MUHAMMAD IBNU ABBAS (21200510000011)
Radicals in The Kajian Islam Kaffah
by Nin Umar Office on Youtube
Mainstreaming C
ider
Issues and phenomena of radicalism in Indonesia since the last few decades
have not been absent until now. Even after organizations that have strong
indications as radical organizations have been disbanded, their members are
still carrying out their activities on social media without using a forbidden
They also still hold closed meetings. Nasaruddin Umar and the
organization formed, namely the Nasaruddin Umar Office, are determined
to participate in counteracting radicalism in Indonesia through the Kajian
Islam Kaffah program which is broadcast on the Youtube channel.
Based on this context, this research is intended to analyze how counter
radical content is shown in the Kajian Islam Kaffah video organized by the
Nasaruddin Umar Office on Youtube. This study uses a qualitative method
with the Van Dijk model of critical discourse analysis theory which has
three analytical knives namely text analysis, social cognition analysis and
social context analysis.
This study concluded that the mainstreaming of counter-radicals in the
Kaffah Islamic Studies program by Nasaruddin Umar Office on Youtube is
conveying da'wah messages through various disciplines and then
internalizing them with counter-radical contents in the form of moderate
Islamic values based on a soft approach as a form of preventive effort to
counteract the potential for radicalism in Indonesian society. In the video on
tasawuf studies, interpretations and philosophy studied have a counter-
radical content in the form of moderate Islamic values, namely an attitude
of openness to accept parties of different beliefs, a gentle and non-violent
attitude in preaching and the inclusiveness of meaning in the term hijrah. In
the analysis of social cognition, the three informants, namely Nasaruddin
Umar, Syahrullah Iskandar and Abdul Muid Nawawi, have the same
orientation in educating people with moderate values on the basis of a soft
approach as a form of preventive efforts to counteract radicalism. As for the
analysis of the social context, the three studies touch on the dimensions of
radicalism and exclusivism in the country, such as the phenomenon of
racism, radical preachers and the millennial-style hijrah movement.
Keywords: Counter Radical, Kajian Islam Kaffah, Nasaruddin Umar Office

ABSTRAK
MUHAMMAD IBNU ABBAS (21200510000011)
Pengarusutamaan Kontra Radikal dalam Kajian Islam Kaffah
oleh Nasaruddin Umar Office di Youtube
Isu dan fenomena radikalisme di Indonesia sejak beberapa dekade temkir
hingga saat ini belum kunjung absen. Bahkan seusai organisasi-organisasi
yang terindikasi kint sebagai organisasi radikal dibubarkan para
anggotanya masih menjalankan aktifitasnya & media sosial tampa
menggunakan identitas terlarang. Mereka juga masih melakukan
pertemuan-pertemuan yang bersifat tertutup. Nasruddin Umar bersama
organisasinya yang dibentuk yaitu Nasaruddin Umar Office memiliki
tekad untuk turut serta dalam menangkal radikalisme di Indonesia melalai
program Kajian Islam Kaffah yang disiarkan di channel Youtube.
Berdasarkan konteks tersebut, penelitian ini dimaksudkan untuk
menganalisis bagaimana muatan-muatan kontra radikal pada video Kajian
Islam Kaffah yang diselenggarakan oleh Nasaruddin Umar Office &
Youtube. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teori
analisis wacana kritis model Van Dijk yang memiliki tiga pisan analisis
yaitu analisis teks, analisis kognisi sosial dan analisis konteks sosial
Penelitian ini disimpulkan bahwa pengarusutamaan kontra radikal dalam
program Kajian Islam Kaffah oleh Nasaruddin Umar Office di Youtube
adalah penyampaian pesan dakwah melalui berbagai disiplin ilmu lalu
menginternalisasinya dengan muatan-muatan kontra radikal berupa nilai-
nilai Islam moderat berbasis soft approach sebagai bentuk usaha preventif
menangkal potensi radikalisme yang ada di masyarakat Indonesia. Pada
video kajian tasawuf, tafsir dan filsafat yang diteliti memiliki muatan
kontra radikal berupa nilai-nilai Islam moderat, yaitu sikap keterbukaan
menerima pihak yang berlainan kepercayaan, sikap lemah lembut dan anti
kekerasan dalam berdakwah serta inklusifitas makna pada istilah hijrah.
Pada analisis kognisi sosial, ketiga narasumber yaitu Nasaruddin Umar,
Syahrullah Iskandar dan Abdul Muid Nawawi memiliki kesamaan
berorientasi untuk mengedukasi masyarakat dengan nilai-nilai moderat
dengan basis soft approach sebagai bentuk usaha preventif menangkal
radikalisme. Adapun analisis konteks sosial, ketiga kajian tersebut
menyentuh dimensi radikalisme dan eksklusifisme di tanah air, seperti
fenomena rasisme, ustaz radikal dan gerakan hijrah ala kaum milenial
Kata kunci: Kontra Radikal, Kajian Islam Kaffah, Nasaruddin Umar Office


Ketersediaan

T075R075 MUH p TESISPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (TESIS)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
--
No. Panggil
R075 MUH p TESIS
Penerbit : Ciputat - Tangerang Selatan.,
Deskripsi Fisik
vii, 278 hlm ,; 25,5 CM
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
--
Klasifikasi
075
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
--
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya