Image of Penentuan Hari BAIK Dalam Perkawinan Di Desa Sambidoplang Kota Tulungagung

Text

Penentuan Hari BAIK Dalam Perkawinan Di Desa Sambidoplang Kota Tulungagung



ABSTRAK
Nama
Muhammad Fikri Ainun Najib
Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam
Judul
Penentuan Hari Baik Dalam Perkawinan Di
Desa Sambidoplang Kota Tulungagung
Penelitian ini membahas tentang Penentuan Hari Baik Dalam
Perkawinan Di desa Sambidoplang Kota Tulungagung. Maka fokus dalam
penelitian ini adalah proses komunikasi dan makna simbol yang ada pada proses
penentuan hari baik dalam perkawinan.
Jenis penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian
kualitatif memperhatikan proses, peristiwa, dan otentisitas. Jenis data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah data primer merupakan data yang didapat
secara langsung dari sumber-sumber pertama. Unit analisisnya adalah
masyarakat desa Sambidoplang kota Tulungagung.
Penelitian ini menggunakan teori Clifford Geertz tentang simbol dan
didukung oleh teori konteks dan fungsi komunikasi Dedy Mulyana yaitu:
Komunikasi sosin, komunikasi expresif, komunikasi ritual dan komunikasi
instrumental. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
etnografi. Penggunaan metode etnografi meliputi, metode pengamatan yang
digunakan untuk mengamati gejala-gejala yang terwujud dalam kehidupan
sehari-hari dari masyarakat. Metode pengamatan terlibat: ebuah teknik
pengumpulan data dimana peneliti terlibat langsung daslam kehidupan
masyarakat untuk melihat gejala-gejala yang ada. Wawancara dengan pedoman
adalah teknik untuk mengumpulkan informasi dari para anggota masyarakat
mengenai masalah khusus dengan teknik bertanya secara bebas namun maih
tetap berdasarkan pedoman untuk memperoleh informasi secara khusus.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses komunikasi dan
simbol dalam penentuan hari baik di Desa Sambidoplang bersifat sakral. Semua
tahapan-tahapan harus dijalankan sesuai aturan. Dari semua tahapan tersebut
beberapa hal inti sehingga melahirkan beberapa simbol komunikasi yakni verbal
dan non verbal. Bahasa yang digunakan untuk berinteraksi yaitu bahasa
guna memudahlan pemahaman kepada kedua keluarga besar pengantin, dan
simbol non verbal dalam setiap perhelatan perkawinan, Simpulan dari penelitian
ini bahwa masyarakat desa Sambidoplang memahami dan mengikuti semua
tahapan yaitu: menentukan calon suami/istri, njaluk, milih dino, nglamar, srah-
srahan, peningset, tarub, tata rias, paes, rambut pengantin, busana, dan upacara
pernikahan, demi kebaikan perkawinan kedepanya.
Kata Kunci: Komunikasi, Simbol, Perkawinan.


Ketersediaan

T064R064 MUH p TESISPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (TESIS)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
--
No. Panggil
R064 MUH p TESIS
Penerbit : Ciputat - Tangerang Selatan.,
Deskripsi Fisik
viii, 113 hlm ,; 25,5 CM
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
--
Klasifikasi
064
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
--
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya