Detail Cantuman
Advanced SearchText
Nasyidmorfosis Di Indonesia
ABSTRACT
Nasyid is a form of Islamic art that emerged around the mid-
80s. At first, nasyid only developed in Rohis (Rohani Islam) high
schools in big cities and universities. However, since the presence
of nasyid groups that change the form of nasyid have become more
popular, such as Raihan and Snada, nasyid fans have expanded.
Until now, nasyid in Indonesia is still growing and undergoing a
transformation or process of change called nasyidmorphosis.
How is nasyidmorphosis in Indonesia? Since when did this
nasyidmorphosis occur? Will nasyid in Indonesia still exist after
having morphed into nasyid? What strategic role does the nasyid
have as an effective medium of da'wah and according to the needs
of mad'u (object of da'wah)? These questions will be examined in
this research.
This nasyidmorphosis is a new concept adopted from Roger
Fedler's mediamorphosis theory. There are three indicators of
nasyidmorphosis, namely (1) form, which is in harmony with the
Islamic conceptual frame of QS. An Nahl verse 125, (2) theme and
lyrics, according to QS. Asy Syu'ara verses 224 - 227, (3)
personnel or members, which is in harmony with QS at Taubah:
verse 122.
The process of nasyidmorphosis in Indonesia began with the
emergence of the acapella popular culture. The nasyidmorphosis
process was initiated by the Snada nasyid group changing the color
of haroki nasyid to acapella nasyid. The nasyidmorphosis process
occurs from the form of haroki nasyid (old nasyid) to the acapella
nasyid and other forms (neo nasyid).
This nasyidmorphosis process encourages nasyid actors to
learn to understand and apply professional values in their work.
Nasyidmorphosis is able to make nasyid more widely known and
in demand. In addition, nasyidmorphosis also plays a role in
maintaining the existence of nasyid in society.
Keywords: nasyidmorphosis, Indonesia
ABSTRAK
Nasyid merupakan salah satu bentuk seni Islam yang muncul
sekitar pertengahan tahun 80-an. Pada awalnya, nasyid hanya
berkembang di Rohis (Rohani Islam) SMA di kota-kota besar dan
Perguruan Tinggi. Namun, sejak hadirnya grup nasyid yang
mengubah bentuk nasyid menjadi lebih populer, seperti Raihan
dan Snada, maka penggemar nasyid semakin meluas. Sampai saat
ini nasyid di Indonesia masih terus berkembang, dan mengalami
transformasi atau proses perubahan yang disebut nasyidmorfosis.
Bagaimana nasyidmorfosis di Indonesia? Sejak kapan
nasyidmorfosis tersebut terjadi? Apakah nasyid di Indonesia akan
tetap eksis setelah bernasyidmorfosis? Peran strategis apa yang
dimiliki nasyid sebagai media dakwah yang efektif dan sesuai
kebutuhan mad'u (objek dakwah)? Pertanyaan-pertanyaan inilah
yang akan dikaji dalam penelitian ini.
Nasyidmorfosis ini merupakan konsep baru yang diadopsi dari
teori mediamorfosis Roger Fedler. Ada tiga indikator dari
nasyidmorfosis, yaitu (1) bentuk, yang selaras dengan bingkai
konseptual Islam QS. An Nahl ayat 125, (2) tema dan lirik, sesuai
dengan QS. Asy Syu'ara ayat 224-227, (3) personil atau anggota,
yang selaras dengan QS at Taubah: ayat 122.
Proses nasyidmorfosis di Indonesia dimulai sejak munculnya
budaya populer acapella. Proses nasyidmorfosis tersebut diawali
oleh grup nasyid Snada yang mengubah warna nasyid haroki
menjadi nasyid acapella. Proses nasyidmorfosis terjadi dari bentuk
nasyid haroki (old nasyid) ke bentuk nasyid acapella dan bentuk
lainnya (neo nasyid).
Proses nasyidmorfosis ini mendorong para pelaku nasyid
untuk belajar memahami dan menerapkan nilai-nilai profesional
dalam berkarya. Nasyidmorfosis mampu membuat nasyid lebih
dikenal dan diminati secara luas. Selain itu, nasyidmorfosis juga
berperan menjaga eksistensi nasyid di tengah masyarakat.
Kata kunci: nasyidmorfosis, Indonesia
Ketersediaan
| T077 | R077 AGU n TESIS | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (TESIS) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
--
|
|---|---|
| No. Panggil |
R070 AGU n TESIS
|
| Penerbit | : Ciputat-Tangerang Selatan., 2022 M/ 1444 H |
| Deskripsi Fisik |
xvii, 321 hlm,; 25,5 CM
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
--
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
--
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Dr, H.M. Yakub, M.A
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






