Image of Propaganda Deislamisasi Melalui Media Sosial pada Generasi Z

Text

Propaganda Deislamisasi Melalui Media Sosial pada Generasi Z



ABSTRACT
Arief Tri Setiawan (2120050000003)
Deislamization Propaganda through Social Media Generation Z
In fact, political movements being religious elements to
reach supporters, so as to stretch the ukhuwah Islamiyah. This
phenomenon began to be seen during the 2017 DKI Jakarta
Regional Election which then continued in the 2019 National
Election. Such propaganda often takes advantage of developments
communication technology, especia socialedia
Generation Z is the age group that uses social media facilities the
most with an average use of 5 to 12 hours more per day. Thus, the
possibility of them being influenced by de-Islamization propaganda is eis even greater.
This research analyzes how is de-Islamization propaganda
through social media on Generation Z? Then the minor question is
how do generation Z respond to de-Islamization propaganda? The analysis
carried out is in the form of receiving the propaganda in Generation Z.
in This research is qualitative research by applying seven
propaganda techniques from the Institute for Propaganda Analysis (IPA).
The results of this study show that the development of
communication technology stimulates generation Z to be active in
social media anywhere and anytime which has implications for
providing a sense of comfort but social media also works to shape
the character and opinions of the wearer, so that the user must
enrich themselves with the Islamic creed. Access to any
information can be easily done and so does the infiltration of de-
Islamization propaganda into the mind when using social media unwittingly.
Keywords: Propaganda, Generation Z, Deislamization, Social Media,

ABSTRAK
Arief Tri Setiawan (2120050000003)
Propaganda Deislamisasi melalui Media Sosial pada Generasi Z
Faktanya, pergerakan politik membawa unsur agama untuk
meraih pendukung, sehingga dapat merenggangkan ukhuwah
Islamiyah. Fenomena ini mulai terlihat saat berlangsungnya
Pilkada DKI Jakarta 2017 yang kemudian berlanjut pada Pemilu
2019. Propaganda tersebut sering memanfaatkan perkembangan
teknologi komunikasi, terutama media sosial. Generasi Z
merupakan kelompok usia yang paling banyak memanfaatkan
fasilitas media sosial dengan rata-rata penggunaan 5 hingga 12 jam
lebih per hari. Dengan demikian, kemungkinan mereka
terpengaruh propaganda deislamisasi semakin besar.
Penelitian ini menganalisis bagaimana propaganda
deislamisasi melalui media sosial pada Generasi Z? Kemudian
pertanyaan minor bagaimana tanggapan para generasi Z terhadap
propaganda deislamisasi? Analisis yang dilakukan berupa
penerimaan propaganda tersebut pada Generasi Z.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan
menerapkan tujuh teknik propaganda dari Institute for Propaganda Analysis (IPA).
Hasil penelitian ini memperlihatkan perkembangan
teknologi komunikasi merangsang generasi Z untuk aktif bermedia
sosial dimanapun dan kapanpun yang berimplikasi
memberikan rasa nyaman namun media sosial ternyata juga
bekerja membentuk karakter serta opini pemakainya, sehingga
pemakainya harus memperkaya diri dengan akidah Islam. Akses
informasi apapun dapat dengan mudah dilakukan dan begitu pula
dengan menyusupnya propaganda deislamisasi ke dalam pikiran
saat ber-media sosial yang tanpa disadari.
Kata kunci: Propaganda, Generasi Z, Deislamisasi, Media Sosial,


Ketersediaan

T079R079 ARI p TESISPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (TESIS)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
--
No. Panggil
R066 ARI p TESIS
Penerbit : Ciputat - Tangerang Selatan.,
Deskripsi Fisik
viii, 168 hlm ,; 26,5 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
--
Klasifikasi
066
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya