Image of The Wealth of Household Menelaah Pengelolaan Keuangan dan Gaya Hidup Demi Menggapai Kesejahteraan Keluarga

Text

The Wealth of Household Menelaah Pengelolaan Keuangan dan Gaya Hidup Demi Menggapai Kesejahteraan Keluarga



Deskripsi
Sinopsis Buku The Wealth of Household Menelaah Pengelolaan Keuangan dan Gaya Hidup Demi Menggapai Kesejahteraan Keluarga

Buku The Wealth of Household Menelaah Pengelolaan Keuangan dan Gaya Hidup Demi Menggapai Kesejahteraan Keluarga

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) telah merilis data statistik tingkat kasus bunuh diri dunia pada Kamis 4 September 2014. Hasilnya, kasus tertinggi terjadi di Negara Guyana, disusul Korea Utara dan Selatan.

Guyana yang terletak di pesisir utara Amerika Selatan memiliki tingkat bunuh diri paling tinggi yaitu 44,2 dari setiap 100.000 orang. Demikian seperti diberitakan Daily Mail, Jumat (5/9/2014). “Guyana ada di peringkat pertama, lalu Korea Utara dan Selatan berada di posisi kedua dan ketiga,” kata WHO dalam pernyataannya.

Dalam laporan global pertama tentang pencegahan bunuh diri, badan kesehatan PBB mengatakan sekitar 75 persen dari kasus bunuh diri terjadi di negara-negara miskin dengan penghasilan ekonomi rakyat yang rendah. Namun kini tingkat bunuh diri yang tinggi juga terjadi di negara-negara yang lebih maju, yakni Korea Selatan dengan angka 28,9 dari 100 ribu orang.

Sedangkan Amerika Serikat bersama dengan Australia, Spanyol dan negara-negara Eropa lainnya berada dalam tingkat rata-rata 10 sampai 14,9 persen dari 100 ribu orang. Data yang baru dirilis WHO juga menunjukkan, lebih dari 800 ribu orang setiap tahun tewas akibat bunuh diri. Artinya setiap 40 detik, 1 orang meninggal dengan cara tersebut. Ada yang sengaja meminum racun, menggantung diri hingga menembaki tubuh sendiri (Pebreyanti, 2014)

Masalah keuangan adalah hal yang umum dialami keluarga. Kesalahan mengelola ekonomi seringkali menjadi sumber pertengkaran di antara suami istri dan menjadi masalah keretakan rumah tangga. Sakinah finance yang baik diharapkan dapat menetralisir tekanan ekonomi yang dihadapi oleh keluarga sehingga tidak mengganggu proses interaksi yang berakibat terhadap kesejahteraan keluarga

Buku ini terdiri dari beberapa pembahasan, diantaranya:

» Sebuah Renungan
» Masalah Harta
» Divorce and Financial Problem
» Masalah Konsumsi
» Fashion
» Internet
» Menuju Jalan Tengah yang Moderat
» Mata Pencaharian
» Kecukupan Harta
» Wasted Time or Productive Time
» Integritas, Kejujuran dan Sedekah dalam Harta
» Nafkah Materiel dan Imateriel
» Seputar Masalah Poligami
» Masalah Pemberian Materi dan Imateri pada Anak
» Blessing Finance
» Cara Mengelola Hutang
» Sakinah Finance
» Nafkah dalam Keluarga
» Manajemen Keuangan Keluarga
» Pembelanjaan dan Pola Konsumsi Islami
» Kesejahteraan Keluarga dalam Islam
» The Wealth of Household


Ketersediaan

B230306605330 MUG t C.5Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (03 kESSOS)Tersedia
B230306604330 MUG t C.4Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (03 kESSOS)Tersedia
B230306603330 MUG t C.3Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (03 kESSOS)Tersedia
B230306602330 MUG t C.2Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (03 kESSOS)Tersedia
B230306601330 MUG t C.1Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (03 kESSOS)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
--
No. Panggil
330 MUG t
Penerbit DEEPUBLISH (CV Budi Utama) : Yogyakarta.,
Deskripsi Fisik
x, 170 hlm, 20 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-02-5516-8
Klasifikasi
330
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya