Image of Jurnal Harkat Media Komunikasi Gender Vol. 15, No.1, 2019

Text

Jurnal Harkat Media Komunikasi Gender Vol. 15, No.1, 2019



PATOLOGI SOSIAL DAN DAMPAKNYA TERHADAP REMAJA
Ulfah Fajarini
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia
E-mail: ulfah.fajarini@uinjkt.ac.id
Abstract. The development of the city of Jakarta, has an impact on the surrounding area, especially in the Ciputat
region, accompanied by very rapid population growth. This article discusses social pathology. Qualitative research
methods in the form of interviews and observations. There are social pathologies (social ills), such as stress, increased
crime, unemployment, juvenile delinquency, and prostitution. The negative impact also occurs in adolescents in the
Ciputat-Tangerang sub-district, which is located in South Jakarta.
Keywords: Social pathology; impact on adolescents
Abstrak. Perkembangan kota Jakarta, berdampak pada wilayah sekitarnya, khususnya di wilayah Ciputat, diiringi
dengan pertumbuhan penduduk yang sangat pesat. Artikel ini membahas mengenai patologi sosial. Metode
penelitian kualitatif berupa wawancara dan pengamatan. Adanya patologi sosial (penyakit sosial), seperti stress,
meningkatnya kriminalitas, pengangguran, kenakalan remaja serta prostitusi.. Dampak negatif tersebut juga terjadi
pada remaja di daerah kecamatan Ciputat- Tangerang, yang berada di Selatan Jakarta.
Kata Kunci: Patologi sosial; dampak terhadap remaja
Permalink/DOI: https://doi.org/10.15408/harkat.v15i1.13444

KESETARAAN GENDER TENTANG PENDIDIKAN LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN
Dewi Ratnawati, Sulistyorini, Ahmad Zainal Abidin
IAIN Tulungagung, Indonesia
E-mail: dewira27@yahoo.com
Abstract. Educational discrimination often occurs in people's lives. This is influenced by the distinction that appea
from the community itself. This distinction can be seen from the perspective of the community to educational rights
of men and women. The main factors that influence the emergence of discrimination against the right to education
include normal or traditional rules that kill the character of women, the physical form of women, the economic pace
misinterpretation of religious teachings, and cultural beliefs that grow in the lives of rural communities. This requires
a maximum effort in aligning the paradigm between rural communities and communities by involving religious
reachings as supporters of the realization of equal educational rights for men and women. By using exploratory
descriptive eruption studies, it results in findings that the viewpoints related to equality of education rights of men
and women are divided in two. First, the viewpoint of the community which encompasses patriarchal culture.
humanism, economics, and education. Second, the viewpoint of the Hadith and the Al-Qur'an.
Keywords: gender; education; society; Al-Qur'an
Abstrak. Diskriminasi pendidikan kerapkali terjadi di dalam kehidupan masyarakat. Hal ini dipengaruhi oleh
distingsi yang muncul dari masyarakar itu sendiri. Distingsi itu dapat dilihat dari sudut pandang masyarakat terhadap
hak pendidikan laki-laki dan perempuan. Faktor utama yang mempengaruhi munculnya diskriminasi terhadap hak
pendidikan meliputi normal atau aturan tradisional yang membunuh karakter perempuan, bentuk fisik perempuan,
laju ekonomi, penafsiran yang salah terhadap ajaran agama, serta keyakinan budaya yang tumbuh dalam kehidupan
masyarakat pedesaan. Hal ini membutuhkan usaha maksimal dalam penyelarasan paradigma antara masyarakat
pedesaan dan masyarakat perkotaan dengan melibatkan ajaran agama sebagai pendukung terhadap realisasi kesetaraan
hak pendidikan laki-laki dan perempuan. Dengan menggunakan studi leterasi berupa eksploratif-deskriptif
mengahasilkan temuan bahwa sudut pandang terkait kesetaraan hak pendidikan laki-laki dan perempuan dibagi dua
Pertama, sudut pandang masyarakat yang meliputi budaya patriarki, budaya humanisme, ekonomi, dan edukasi.
Kedua, sudut pandang perspektif hadits dan Al-Qur'an.
Kata Kunci: gender; pendidikan; masyarakat; Al-Qur'an
Permalink/DOI: https://doi.org/10.15408/harkat.v15i1.13436

MERETAS PERAN GANDA ISTRI NELAYAN DALAM HOUSEHOLD ECONOMY
EMPOWERMENT
Bayu Tri Cahya, Muhammad Soni Salahuddin, Jadzil Baihaqi
IAIN Kudus, Indonesia
E-mail: cahyab380@gmail.com
Abstract. Demak Regency has a coastal area which is one of the livelihoods of fishermen, namely Kampung
Rajungan Demak. A part of social potential in Coastal society is women especially fishermen wives. Coastal women
has an important role at fishing households. Wives should only be responsible for the domestic sector, but this
developes when women fisherman play a role to looking for a living. The involvement of the women fisherman in
earning a living creates a double roi in the household. This research assesses the dual role of woman fisheman in the
household economy. This research was conducted in Betahwalang Village, Bonang District, Demak Regency. The
purpose of this study is to reveal the dual role of women fisherman in empowering the household economy. This
research used qualitaive data analysis method with interview, observation and documentation data collection
techniques. The results of this research showed that the double role of women fisherman provides a significant
contribution in improving the household economy.
Keywords: double role; women fisherman; household economy
Abstrak. Kabupaten Demak memiliki wilayah pesisir yang menjadi salah satu sumber mata pencaharian para nelayan
yakni Kampung Rajungan Demak. Salah satu komponen potensi sosial dalam masyarakat pesisir adalah kaum
perempuan khususnya istri nelayan. Perempuan pesisir memiliki peran penting dalam rumah tangga nelayan.
Seyogyanya istri hanya bertanggung jawab pada sektor domestik, namun hal tersebut berkembang apabila kaum istri
ikut berperan dalam mencari nafkah. Keterlibatan istri dalam mencari nafkah menimbulkan peran ganda di dalam
rumah tangga. Penelitian ini menggambarkan peran ganda istri nelayan dalam ekonomi rumah tangga. Penelitian ini
dilakukan di Desa Betahwalang Kecamatan Bonang Kabupaten Demak. Tujuan kajian artikel ini adalah
mengungkap peran ganda istri nelayan dalam penguatan ekonomi rumah tangga. Metode analisa data yang
digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Dari
hasil penelitian tersebut menggambarkan bahwa peran ganda istri nelayan memberikan kontribusi yang signifikan
dalam penguatan ekonomi rumah tangga.
Kata Kunci: peran ganda; istri nelayan; ekonomi rumah tangga
Permalink/DOi: https://doi.org/10.15408/harkat.v15i1.13001

itian Kuantitatif,
Bandung: Alfabeta,
LANDASAN AGAMA DALAM PENDIDIKAN PUBERTAS DI SEKOLAH DASAR
Erry Utomo', Nurfadhilah', Agung Purwanto', Jatu Wahyu Wicaksono', Alrahmat Arif
'Universitas Negeri Jakarta, Indonesia
Universitas Muhammadiyah Jakarta, Indonesia.
E-mail: erry 30.utomo@gmail.com
Abstract. Indonesia is experiencing a demographic bonus, and a good education and health situation will determine
the quality of human resources so that this situation does not turn into a demographic burden or disaster. The
Indonesian Adolescent Reproductive Health Survey shows the in-depth knowledge of adolescents about puberty,
whereas adolescence is a golden period that will determine the quality of the next generation. This study aims to get a
picture of the perception of teachers and students in particular about puberty and its relation to religion. The
approach used is qualitative. data collected by conducting in-depth interviews with teachers, parents, and students.
There were ten informants, consisting of teachers, parents, and students from 2 public and religious-based
elementary schools in North Jakarta. In general, teachers have low knowledge / understanding of puberty, as well as
cudents knowledge. Most teachers have the perception that education about puberry in the classroom, according to
the curriculum, turns out to be too vulgar so that some information is not conveyed to students. Religion is
considered as the most reliable foundation in shaping student behavior. Teachers tend to hand over responsibility to
religious teachers to deliver material on puberty, at religiously-based schools specifically mentioned teachers of figh.
Teacher capacity building is needed regarding the material that must be taught, and it is delivery methods to suit the
needs of students and have an impact on improving knowledge and improving behavior.
Keywords clementary school; religious-based school; puberty education
Abstrak. Indonesia sedang mengalami bonus demografi dan situasi pendidikan dan kesehatan yang baik sangat
menentukan kualitas sumber daya insani agar situasi ini tidak berbalik menjadi beban atau bencana demografi. Survei
Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia memperlihatkan rendahnya pengetahuan remaja tentang pubertas, padahal
masa remaja merupakan periode emas yang akan menentukan kualitas generasi berikutnya. Penelitian ini bertujuan
mendapatkan gambaran persepsi guru dan peserta didik di khususnya tentang pubertas dan kaitannya dengan agama.
Pendekatan yang digunakan yaitu kualitatif, data dikumpulkan dengan melakukan wawancara mendalam kepada
guru, orang tua, dan peserta didik. Jumlah informan 10 orang. terdiri dari guru, orang tua, dan peserta didik dari 2
sekolah dasar umum dan berbasis agama di Jakarta Utara. Secara umum guru memiliki pengetahuan/pemahaman
yang rendah tentang pubertas, demikian pula pengetahuan peserta didik. Kebanyakan guru memiliki persepsi bahwa
edukasi tentang pubertas di kelas sesuai kurikulum ternyata dianggap terlalu vulgar sehingga sebagian informasi tidak
disampaikan kepada peserta didik. Agama dianggap sebagai landasan paling diandalkan dalam membentuk perilaku
peserta didik. Guru cenderung menyerahkan tanggung jawab kepada guru agama untuk menyampaikan materi
tentang pubertas, pada sekolah berbasis agama disebutkan secara spesifik guru fiqih. Dibutuhkan pengembangan
kapasitas guru tentang materi yang harus diajarkan dan metode penyampaiannya agar sesuai dengan kebutuhan
Peserta didik dan berdampak terhadap peningkatan pengetahuan serta perbaikan perilaku.
Kata Kunci: sekolah dasar; sekolah berbasis agama: pendidikan pubertas
Permalink/DOI: https://doi.org/10.15408/harkat.v15i1.13440

A PORTRAIT OF THE SAKINAH FAMILY IN MANUSCRIPT TEXTS BY WOMEN
SCHOLARS FROM THE PESANTREN
Samsul Arifin, Ummi Khairiyah, Minhaji
Ibrahimy University, Situbondo, Indonesia
E-mail: syamsulahasan@ibrahimy.ac.id
haract. The formation of the personality characteristics of a married couple is very important and decisive
inking and acting in building a sakinah household. Sakinah will appear in the calmness of the heart and the
day of their minds. The scholars, including women scholars from the pesantren have written about it. The purpose
of this paper is to uncover and describe the ideal quality of the personality of a married couple in the eyes of women
lars from the pesantren. This article is interesting, because so far many books on household written by male
scholars, not female scholars, so it tends to be paternalistic. This paper is useful for the development of Marriage
Counseling science based on local pesantren wisdom. The focus of this paper is the portrait of the quality of the
book
Situbondo
of Uqud al-Lujjayn) by Ibu Nyai Zainiyah As'ad, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah
of a married couple in reaching a sakinah family in the book Zado Az-Zaujayn (on of the
the perspective of marriage counseling. This research method uses Gadamer's hermeneutic approach. The
showed, married couples should have the quality of personality that has knowledge (about some rights and
obligations, fiqh of women, and the ability to educate children), gracefully when bitter experiences (sabar), affection,
pance of life as is (ridha and ikhlas), and create a good impression of their partner (self presentation). The focus
of marriage counseling adhered to by the pesantren is directed at the improvement and development of the quality of
de personality of a married couple rather than the problems in the marriage itself. If a married couple has a good.
penonality then problems in a marriage can be solved by themselves. That personality will radiate in thinking and
sakinah family.
aning in everyday life to create a
Keywords Zadu Az-Zaujaym: personality, sakinah
Aburak Pembentukan karakteristik kepribadian pasangan menikah sangat penting dan menentukan dalam berpikir
dan bertindak dalam membangun rumah tangga sakinah. Sakinah akan muncul dalam ketenangan hati dan
kjemihan pikiran mereka. Para rendekiawan, termasuk cendekiawan perempuan dari pesantren telah menulis
ang itu. Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengungkap dan menggambarkan kualitas ideal kepribadian
pangan yang sudah menikah di mata ulama perempuan dari pesantren. Artikel ini menarik, karena selama ini
banyak buku tentang rumah tangga yang ditulis oleh sarjana laki-laki, bukan sarjana perempuan, sehingga cenderung
paternalistik Makalah ini bermanfaat untuk pengembangan ilmu Konseling Perkawinan berdasarkan kearifan lokal
pesantren. Fokus dari makalah ini adalah potret kualitas kepribadian pasangan yang sudah menikah dalam mencapai
keluarga sakinah dalam buku Zadu Az-Zaujayn (reinterpretasi buku Uqud al-Lujjayn) oleh Ibu Nyai Zainiyah As'ad.
Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo dari perspektif konseling perkawinan. Metode penelitian
ini menggunakan pendekatan hermeneutik Gadamer. Hasil penelitian menunjukkan, pasangan suami istri harus
memiliki kualitas kepribadian yang memiliki pengetahuan (tentang beberapa hak dan kewajiban, figh perempuan,
dan kemampuan untuk mendidik anak), anggun ketika pengalaman pahit (sabar), kasih sayang, penerimaan hidup
apa adanya (ridha dan ikhlas), dan menciptakan kesan yang baik tentang pasangan mereka (presentasi diri). Fokus
kaling perkawinan yang dianut oleh pesantren diarahkan pada peningkatan dan pengembangan kualitas
kepribadian pasangan menikah daripada masalah dalam pernilahan itu sendiri. Jika pasangan menikah memiliki
kepribadian yang baik maka masalah dalam perkawinan dapat diselesaikan sendiri. Kepribadian itu akan terpancar
dalam pemikiran dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan keluarga sakinah.
Kata Kunci: Zadu Az-Zaujayn; Personal: sakinah
Permalink/DOI: https://doi.org/10.15408/harkat.v15i1.13441

PANDANGAN AL-QUR'AN TENTANG PEREMPUAN BEKERJA
(HIKMAH DIBALIK SURAT AL-QASHASH)
Moh. Nurul Qomar
Institut Agama Islam Negeri Kudus, Indonesia
E-mail: mnçomar@iainkudus.ac.id
Abstract. The concept of gender is an even more interesting problem when it is associated with the perspective of
Islam and the Koran. The role of women in the fabric of life is not in doubt. But there is still debate about
permitting women to work ourside the home among scholars. To better understand the concept of gender (women
in the workplace) attached to Surat al-Qashash (28) verse 23, further analysis is needed using the content analysis
approach in the commentary science corridor. Also, the library research approach is used to explore primary and
secondary libraries to support this paper. Resulting in the conclusion that he Mufassir mentioned above does not
differ significantly in interpreting Surah al-Qashash verse 23. However, the scholars differed in interpreting the father
of two women who were assisted by Prophet Musa. b. Economic wisdom that can be learned from Surat al-Qashash
verse 23 is that women are allowed to work as long as they can maintain their honor. Also, through this verse, it is
understood that for economic activities (mu'amalah), a man is allowed to talk and see the opposite gender.
Keywords: Surat al-Qashash: 23; Working Women; Gender
Abstrak Konsep gender merupakan isu menarik lebih-lebih jika dikaitkan dengan perspektif islam dan al-Qur'an.
Peran perempuan dalam catanan kehidupan tidak diragukan lagi. Namun masih menjadi perdebatan tentang
diperbolehkannya perempuan untuk bekerja di luar rumah di kalangan ulama'. Untuk lebih memahami konsep
gender (wanita dalam bekerja) yang melekat pada surat al-Qashash (28) ayat 23 tentu diperlukan analisa lebih lanjut
dengan menggunakan pendekatan analisis konten dalam koridor ilmu tafsir. Selain itu pendekatan library research
digunakan untuk menelusuri pustaka baik primer maupun sekunder untuk mendukung tulisan ini. Sehingga
menghasilkan sirapulan bahwa: a. Para Mufassir yang disebut di atas tidak berbeda jauh dalam menafsirkan surat al-
Qashash ayat 23. Akan tetapi para ulama' berbeda pendapat menafsirkar. ayah dari dua perempuan yang ditolong
oleh Nabi Musa. b. hikmah ekonomi yang dapat dipetik dari surat al-Qashash ayat 23 adalah diperbolehkan
perempuan dalam bekerja, asalkan mampu menjaga kehormatannya, selain itu melalui ayat ini dapat dipahami
bahwa atas kegiatan ekonomi (mu'amalah), seorang laki-laki diperbolehkan berbicara dan memandang lawan jenis.
Kata Kunci: Surat al Qashash: 23; Perempuan Bekerja: Gender
Permalink/DOI: https://doi.org/10.15408/harkat.v15i1.12972

FENOMENA PERNIKAHAN ANAK DI SUMENEP MADURA
Jamilah, Raudlatun
STKIP PGRI Sumenep, Indonesia
E-mail: jamilah@stkippgrisumenep.ac.id
age of
the
Abstract. In the current era of globalization, early marriage still often occurs. Factors causing early marriage are
economic factors, educational factors, parental factors, and pregnancy factors outside of marriage. Early marriage also
has physical and psychological effects. As for physically covering the household economy because at the
adolescence is still unable to provide for his own family, while economic factors are factors that can prosper
household, besides that there is also a risk of pregnant women, in adolescence are generally a danger to health because
if a person is under age 20 years of pregnancy results in death of mother and child or can experience premature
childbirth. While the psychological impact of early marriage there is a severe depression which is a symptom that
causes a person to become a private person who is not sociable, and there are conflicts that lead to divorce because of
emotions in adolescents who are unstable lead to prolonged conflict in couples who marry at an early age which
results in divorce.
Keywords phenomenon; child marriage; Sumenep
Abstrak. Di era globalisasi saat ini pernikahan dini masih kerap terjadi. Faktor-faktor penyebab terjadinya
pernikahan dini adalah faktor ekonomi, faktor pendidikan, faktor orang tua dan faktor hamil di luar nikah.
Pernikahan dini juga mempunyai dampak secara fisik maupun psikologis. Adapun secara fisik meliputi ekonomi
rumah tangga karena pada usia remaja masih belum bisa menafkahi keluarganya sendiri, sementara faktor ekonomi
merupakan faktor yang dapat mensejahterakan rumah tangga, selain itu ada pula resiko ibu hamil, di usia remaja
umumnya bahaya bagi kesehatan karena apabila seorang yang berusia dibawah 20 tahun hamil mengakibatkan
kematian pada ibu dan anak atau dapat mengalami melahirkan sebelum waktunya. Sedangkan dampak pernikahan
dini secara psikologis terdapat depresi bera: yaitu suatu gejala yang mengakibatkan seseorang menjadi pribadi yang
tertutup dan tidak mudah bergaul, adapula konflik yang berujung perceraian karena emosi pada remaja yang tidak
sabil mengakibatkan terjadinya konflik secara berkepanjangan pada pasangan yang menikah di usia dini yang
mengakibatkan terjadinya perceraian.
Kata Kunci: Fenomena; Pernikahan Anak; Sumenep
Permalink/DOI: https://doi.org/10.15408/harkat.v15i1.13437


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
--
No. Panggil
324.34 ULF h
Penerbit Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta : Ciputat-Tangerang Selatan.,
Deskripsi Fisik
69 hlm,; 21 cm x 29,5 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
p-ISSN: 1412-2324, p
Klasifikasi
324.34
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
Penanggung Jawab Ulfah Fajarini Redaktur Fidrayani Iin Kandedes Editorial Board Nina Nurmila Akmaliyah Nina Chairina Kartika Sari Rumadani Sagala Nurasiah Wati Nilamsari Tati Lathipatud Durriyah Nurmaya Arofah Rahmi Purnomowati Yazid Hady Design Grafis Susi Handayani Br Lubis Fotografer Faisal Sekretariat Miftachul Rosyida Mulyani Hasni
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya