No image available for this title

Text

Manusia Paripurna; Mengungkap Dimensi Spiritual Tentang Hakikat Manusia Dalam pandangan Tasawuf Al-Ghazali dan Al-Jili



Ulasan dalam buku ini merupakan studi komparasi
terhadap konsepsi tasawuf al-Ghazali dan al-Jili tentang MANUSIA
al-Insan al-Kâmil (Manusia Paripurna) melalui PARIPURNA
pendekatan sejarah pemikiran Islam (historical approach
of Islamic thought). Konsepsi manusia paripurna itulah
yang kemudian oleh penulis buku ini dirumuskan sebagai
terapi spiritual bagi manusia di era modern sekarang ini.
Konsep terapi spiritual bagi kesempurnaan jati diri
manusia yang dikemukakan oleh kedua tokoh sufi dalam
buku ini terfokus pada persoalan yang esensial bagi
manusia, yakni sisi spiritual manusia yang akan mampu
mengantarkan manusia menuju alam llâhiyyat (alam
ketuhanan) melalui maksimalisasi potensi batin yang dimilikinya. Sebagai indikasi
dari kesempurnaan spiritualnya, maka manusia sebenarnya mampu merefleksikan
sifat-sifat ketuhanan dalam kehidupan kesehariannya.
Idealisasi kesempurnaan manusia dalam konsepsi tasawuf al-Ghazali dan
al-Jili sama-sama merujuk kepada diri Nabi Muhammad saw dari sisi
kesempurnaan jiwanya dalam merefleksikan sifat-sifat ketuhanan. Dengan
mensuritauladani kesempurnaan perilakunya, manusia dimungkinkan dapat
memanifestasikan diri Nabi dalam dirinya. Al-Ghazali menyebut manusia yang telah
mampu memanifestasikan kesempurnaannya tersebut dengan term al-Mutha',
sedangkan al-Jili menyebutnya dengan term al-Insan al-Kâmil.
Kemudian, dalam menjelaskan upaya pendakian menuju kepada maqâm
(kedudukan) al-Insan al-Kâmil (manusia paripurna), al-Jili tetap merujuk kepada
“syari'ah" -sebagaimana juga al-Ghazali-. Menurutnya, pengamalan syari'ah
adalah suatu keniscayaan. Untuk melangkah menuju tujuan final, manusia harus
menjalani Islam, iman, Ihsan, Syahadat, Siddiqiyyat dan Qurbat. Sedangkan
menurut al-Ghazali upaya menuju ke jenjang kesempurnaan itu harus melalui
tangga-tangga (maqâmát): al-tawbah, al-shabr, al-syukr, al-raja', al-khawi, al-fagr
wa al-zuhd, al-tawhid wa al-tawakkul dan mahabbah tingkatan-tingkatan tersebut
terintegrasi dalam sebuah sistem ajaran yang harus terefleksi pada diri manusia.
Apabila manusia konsisten menapaki tangga-tangga tersebut, maka akan
menghasilkan jiwa yang siap menerima tajalli Tuhan dan manusia akan mampu
mengenal Tuhannya secara sempurna. Tangga-tangga pendakian menuju manusia
paripurna inilah yang coba diketengahkan oleh penulis buku ini sebagai sebuah
bentuk pencerahan spiritualitas diri. Selamat Membaca dan meraih predikat
manusia paripurna!


Ketersediaan

02327201291.4 SUM m C.1Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (23)Tersedia
02327202291.4 SUM m C.2Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (23)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
--
No. Panggil
291.4 SUM m
Penerbit Nurjati Press : Cirebon.,
Deskripsi Fisik
xii, 330 hlm,; 24 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9-786029-074789
Klasifikasi
291.4
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya