Image of Historisitas Dan Signifikasi Kitab Manaqib Syekh 'Abdul Qadir Al-Jilani Dalam Historiografi Islam

Text

Historisitas Dan Signifikasi Kitab Manaqib Syekh 'Abdul Qadir Al-Jilani Dalam Historiografi Islam



Penelitian ini ingin menengahi secara akademik posisi
KMSA dalam historiografi Islam. Selama ini perdebatan
intelektual di kalangan orientalis dan puritanis pada satu sisi,
dan kreator penulis KMSA serta pendukungnya pada sisi
yang lain, masih belum menemukan titik temu yang konkrit.
Sebagai salah satu model di antara karya tulis sejarah Islam
yang cukup populer dalam historiografi Islam, Kitab Managib
Syekh 'Abdul Qadir al-Jilani (KMSA) masih menempati posisi
akademis yang dipandang cukup problematis. Bukan hanya
objek dan tema-nya yang dianggap kaum positivis terlalu
masuk pada wilayah-wilayah meta-historis, metodologi dan
epistemologinya, paradigma penulisan dan sumber-sumber
yang digunakannya, gaya dan retorika penulisannya yang
cenderung lebih bersifat penyanjungan, dan masih banyak
lagi hal lain yang mengundang banyak perdebatan ilmiah di
dalamnya.
Oleh karena itu permasalahannya adalah, apakah
KMSA memiliki hubungan dan basis yang legitimatif dalam
doktrin Islam hingga pantas masuk dalam kategori
historiografi Islam? Bagaimana menyikapi perdebatan tentang
KMSA serta teori dan pendekatan apa yang bisa melihat
KMSA secara objektif? Mengapa Syekh 'Abdul Qadir al-
Jilanîmuncul dalam ketokohan sejarah Islam dan melahirkan
banyak KMSA? Paradigma
apa
kemunculannya? Epistemologi dan metodologi apa yang
menjadi dasar-dasar akademiknya? Bagaimana memposisikan
dan mengukur historisitas dan signifikansinya dalam
melandasi
yanghistoriografi Islam? Bagaimana sumber dan retorika
penulisannya? Mengapa KMSA memiliki banyak versi dan
sebelumnya? Bagaimana perkembangan sanad dan rawi serta
perkembangan KMSA di dunia Islam?
model? Apakah semua karya mengacu pada karya-karya
Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode sejarah, dan beberapa pendekatan ilmu sosial
lainnya, termasuk di antaranya filologi, hermeneutika, dan
semiotika. Hal ini didasarkan, bahwa aspek-aspek yang
termuat dalam materi-materi KMSA bukan hanya
menyangkut dimensi-dimensi teks historis tapi juga meta-
historis
Setelah dikaji dalam waktu yang relatif lama, tema dan
objek kajian Kitab Manaqib selalu menyangkut aspek-aspek
mengenai keunggulan seseorang (hagiografi). Secara khusus
KMSA sebagai karya yang cukup
berani dalam
mengungkapkan dan menggambarkan fenomena karamat al-
Jilani -meskipun sebagai sesuatu yang berada di luar hukum
akal (khawariq). Sehingga dalam hal ini KMSA merupakan
karya sejarah yang khas, dan menjadi genre tersendiri dari
dan merasakan
sekian banyak model dalam historiografi Islam. Berbagai
karamatnya bisa dilihat sebagai fenomena historis, karena
persitiwanya bersifat empiris; menyangkut dan melibatkan
banyak hal, dimana orang-orang sekitarnya ikut menyaksikan
realitas
tersebut. Metodologi yang
dikembangkan KMSA adalah sistem riwayat dengan sanad-
sanad yang terpercaya. Epsitemologinya didasarkan atas
tapi juga sebagai kurikulum
pengetahuan kar?mah, barakah, kasyf, ru'yah shadiqah,
musyahadah dan aspek-aspek lain dalam dimensi sufistik.
Fungsi KMSA bukan hanya sekedar sebagai karya sejarah,
dan media petunjuk umum
pembelajaran bagi para salik dalam menapaki perjalanan
spiritual, dan menempatkan al-Jilany sebagai vigur sentral
yang menjadi keteladanan sufistiknya.
Pusat-pusat rawi dan perkembangan penulisan KMSA
umumnya berada di sekitar pusat-pusat Zawiyah Qodiriyyah
KMSA ditulis secara akademik dan saling menguatkan, bukan
hanya oleh murid-muridnya, tapi juga oleh para ulama
(sejarawan) termasuk masyarakat
yang
mengapresiasinya. Historisitas materi-materi KMSA terlihat
bukan hanya dari banyaknya saksi yang meriwayatkannya,
tapi juga rawi-rawi yang melaporkannya dipandang oleh para
ahli riwayat cukup dipercaya. Sedangkan signifikansinya
dalam historiografi Islam, KMSA bukan hanya telah
menampilkan suatu model dan karakter biografi khusus, tapi
juga secara massif karya ini telah mengundang banyak
penggemar serta menampilkan jumlah karya yang sangat
variatif dan produktif.
Temuan ini sekaligus menyanggah pandangan Carra
de Vaux yang menilai KMSA sebagai "legenda absurd",
karena ia hanya melihat materi-materi yang ada di dalamnya
sangat bertolak belakang dengan isi dan semangat karya-
karya al-Jilany sendiri. Kesimpulan penelitian ini pula
merespon para puritanis yang terlalu kaku dalam melihat isi
materi KMSA, dan menganggapnya telah merusak akidah
Islam (tauhid); penyanjungannya terhadap al-Jilany bukan
hanya telah menyamai para Nabi, tapi juga dalam beberapa
kasus telah melampaui eksistensi kenabian
Padahal bagaimanapun bentuknya, seluruh fenomena
karamat di kalangan para waliyullah -menuruta!
Kumsyahnawy dalam Jami' Ush?l al-Awliyê -nya dan al-
Nabh?ny dalam Jâmi' Kar?mât al-Awliyâ-nya-, bukanlah ataskemauannya sendiri, tapi semuanya atas kehendak dan kreasi
Tuhan, dan fungsinya sebagai media untuk menambah
keyakinan penganut agamanya da
membuktikan akan
keagungan-Nya. Penelitian ini nampaknya sejalan dengan
pikiran Ignaz Goldzihar, yang menyatakan bahwa adanya
pengagungan terhadap waliyullah sangat memungkinkan
terjadi dalam dunia Islam, karena dalam doktrinnya sendiri
mengakui keberadaan mereka dan menghormatinya. A.).
Arberyy sendiri mengakui bahwa al-Jilany sebagai sufi besar
dan memiliki banyak murid, dan semuanya sebagai
pengagumnya. Terlepas dari apa yang telah dikatakan para
peneliti tersebut, penelitian terhadap KMSA berdasarkan
pendekatan fenomenologi ini meyimpulkan bahwa KMSA
adalah sebagai karya sejarah yang memiliki nilai historis
dengan kreatifitas yang cukup tinggi, sebagai kelanjutan dari
model-model sebelumnya seperti sîrah, tarjamah, atau thabaqat
dan intinya ia menjadi sebuah model tersendiri dalam
mengungkap ketokohan seorang muslim.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2X9.01 AJI h
Penerbit Kementrian Agama RI : Tangerang Selatan.,
Deskripsi Fisik
xxiii, 486 hlm,; 21 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-8766-27-2
Klasifikasi
2X9.01
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya